Rafael tidak langsung kembali ke kamarnya. Setelah pembicaraan dengan kedua orang tuanya, pikirannya justru semakin kacau. Ia tahu apa yang harus dilakukan.Setidaknya, ia tahu apa yang harus dilakukan untuk satu hal. Menemui Citra. Malam itu juga.Rafael mengambil kunci mobil dan meninggalkan rumah tanpa banyak bicara kepada siapa pun. Sepanjang perjalanan menuju rumah Citra, ia berusaha menyusun kata-kata. Ia ingin berbicara baik-baik. Ingin mendengar penjelasan Citra.Dan mungkin, untuk terakhir kalinya, ingin memastikan apakah masih ada alasan baginya untuk mempertahankan hubungan itu. Namun, begitu sampai di rumah Citra, keyakinannya mulai goyah.Citra sendiri yang membuka pintu. Begitu melihat Rafael berdiri di depan rumahnya, wajahnya tidak menunjukkan kegembiraan. Tidak ada senyum. Tidak ada sambutan hangat, apalagi rasa bersalah. “Untuk apa datang?”Rafael menatapnya. “Aku ingin bicara.”“Sekarang?”“Ya.”Citra mendengus. “Kalau soal kejadian di kampus kemarin, aku sudah bil
Read more