Keesokan paginya, Nusantara Academy lebih berisik dari biasanya. Foto-foto pesta ulang tahun Nyonya Ratih Wijaya sudah beredar di grup siswa sejak subuh. Ada foto ballroom mewah, kue lima tingkat, gaun Anindya, sampai potret Rafael berdiri kaku di sudut ruangan.Tapi yang paling ramai dibicarakan tentu satu foto tertentu. Anindya berdiri di belakang kursi roda Arkana sambil sedikit membungkuk ke arahnya, seolah sedang mengatakan sesuatu rahasia. Komentar di grup langsung meledak.'Mereka cocok banget.''Arkana ganteng parah mengenakan jas hitam.''Anindya serius ngejar dia ya?''Rafael kalah telak.'Saat Anindya masuk kelas, beberapa siswi langsung mengerubungi.“Anin! Pestamu gila mewah!”“Gaunmu cantik banget!”“Eh, serius deh... kamu sama Arkana sekarang apa?”Anindya meletakkan tasnya dengan santai. “Takdir yang tertunda.”Seluruh meja depan menjerit heboh. Di sudut kelas, Rafael yang baru datang langsung menatap tajam.“Norak,” gumamnya.Namun ia tetap mendengar semuanya. Beberap
Last Updated : 2026-04-30 Read more