"Senior duluan saja," jawab Daisha tanpa menoleh ke arah Kaelith.Kaelith tidak menjawab. Ia meletakkan tasnya di atas meja belajar, lalu mulai melepaskan seragam akademinya.Saat yang sama, Daisha berdiri dari kursinya. Tangannya bergerak cepat menyelipkan sepucuk surat ke dalam lipatan pakaiannya.Ia berbalik badan, dan langsung membeku.Dada Kaelith terpahat sempurna di depan matanya. Otot tubuhnya yang terbentuk rapi,indah. Kulitnya seputih salju, bahu yang lebar dan kokoh."Se-senior, apa yang sedang kau lakukan?!" Daisha langsung membalikkan tubuhnya, membelakangi Kaelith. Wajahnya mendadak panas. "Kenapa membuka baju di sini!"Kaelith memperhatikan punggung Daisha yang terlihat kaku. Lalu dengan tenang Kaelith menarik kembali pakaiannya, menutupi dadanya."Apa ada masalah?" tanya Kaelith. Suaranya datar."Ti-tidak ada!" Daisha mulai bergerak miring ke arah pintu, tubuhnya masih membelakangi Kaelith. "Aku keluar sebentar."Kaelith menatap punggung Daisha yang beringsut,penuh keca
Last Updated : 2026-05-25 Read more