Seorang siswa yang merupakan tangan kiri Claude, orang kepercayaannya baru saja menghadang langkah Aldwin di depan pintu. Ia menunduk memberi hormat, tubuhnya tidak bergerak dari tempatnya."Lancang!" seru pengawal Aldwin, tangannya sudah bergerak hendak menarik gagang pedang.Aldwin tidak datang sendirian. Ia membawa tabib istana untuk memeriksa kondisi Daisha.Rombongan itu berhenti di depan pintu yang tertutup rapat, dan untuk pertama kalinya sejak ia menjadi Putra Mahkota, seseorang dengan berani menghalangi jalannya.Radeva bergegas menghampiri, membungkuk dalam-dalam kepada Aldwin. "Yang Mulia, mohon maafkan junior. Saat ini Claude sedang mengobati Shankara, dan butuh ketenangan. Mohon Yang Mulia dapat menunggu."Pengawal pribadi Aldwin menarik pedang dari sarungnya, sepenuhnya. Namun, tangan Aldwin terangkat, menahannya. Mata Aldwin menatap Radeva, dingin, dalam, seperti sedang menimbang kembali permohonan Claude."Bagaimana kondisinya?" Suaranya rendah, tapi sorot matanya bagai
Last Updated : 2026-06-16 Read more