Dua hari kemudian, ketukan di pintu ruang kerja Heri terdengar dua kali dengan nada terburu-buru sebelum Maman melangkah masuk.Maman langsung mengunci pintu tebal dari dalam, lalu berjalan cepat menghampiri meja kerja Heri dengan raut wajah amat serius. Ia menghempaskan sebuah map cokelat tebal tepat di hadapan sahabatnya."Aku dapat informasi krusial, Her," ucap Maman dengan suara setengah berbisik, lalu mengambil tempat duduk di depan Heri.Heri yang tadinya sedang mengoreksi laporan keuangan restoran langsung menegakkan punggung tegapnya.Sepasang mata elangnya meredup tajam, mengunci pandangan pada map di atas meja."Soal Mayang?" tanya Heri pendek dengan suara bariton rendah."Bukan cuma Mayang, tapi pria yang menampung dia selama ini," sahut Maman sembari membuka lembar pertama dokumen tersebut."Namanya Suryo. Pria paruh baya, pejabat daerah berpengaruh di kota ini. Jaringannya luas banget, dari mulai pengadaan proyek pemerintah, perizinan hukum, sampai bisnis gelap di balik l
Baca selengkapnya