Langkah kaki Heri, Maman, dan Karin berderap cepat memasuki ruang kerja pribadi di bagian belakang restoran.Begitu pintu kayu mahoni itu ditutup rapat dan dikunci dari dalam, Karin langsung menghentikan langkahnya, melempar tas kecilnya ke atas sofa, dan meluapkan kekesalannya."Aduh, gila ya! Capek-capek aku akting jadi cewek gatal godain dua penjaga pos yang mukanya kayak benteng begitu, eh ternyata si Reno bajingan itu nggak ada di dalam!" amuk Karin dengan napas memburu, wajahnya memerah padam."Sumpah ya, rugi banget aku! Mana tuh dua satpam sempat liatin aku dari atas sampai bawah lagi!"Maman yang sedang menuangkan air mineral ke dalam gelas langsung menyodorkannya pada Karin sembari tertawa kecil."Udah, Rin, jangan misuh-misuh begitu. Mungki si Reno lagi dapat rezeki aja hari ini karena nggak ketahuan di mana letak sebenarnya dia sembunyi.""Rezeki gundulmu!" sembur Karin makin sewot, menyambar gelas itu lalu meminumnya sampai kandas."Ngeselin banget! Aku udah ngebayangin k
اقرأ المزيد