Suster itu langsung menarik tangannya cepat-cepat, merapikan posisi berdirinya dengan gestur amat canggung dan gugup."E-enggak, Pak! Saya... saya cuma lagi menyeka badan Pak Heri sesuai prosedur rumah sakit kok!"Dengan tangan yang gemetaran dan gerakan terburu-buru, suster itu langsung mengubah sikapnya menjadi sangat formal dan profesional.Tangannya bergerak cepat menyapu permukaan perban Heri, merapikan kasa steril, lalu menutup kembali baskom kecil dan botol antiseptik di atas baki medisnya."S-sudah selesai, Pak Heri," ujar suster itu dengan suara yang mendadak patah-patah, tak berani menatap langsung ke arah Maman maupun Heri. "S-saya permisi dulu ke ruang jaga perawat."Tanpa menunggu jawaban, suster genit itu setengah berlari keluar dari kamar VIP, menutup pintu kayu dengan tergesa-gesa.Maman menyunggingkan senyum miringnya yang khas. Pria berotot itu melangkah makin dekat ke ranjang, matanya melirik ke arah pintu yang baru saja tertutup rapat sebelum menatap Heri yang berb
Read more