Tim kepolisian bertindak cepat, melumpuhkan dan meringkus Reno secara paksa di lantai.Dua petugas menindih punggungnya yang bersimbah darah, memiting tangannya ke belakang hingga bunyi gemeretak borgol besi mengunci rapat pergelangan tangannya.Reno merintih-rintih kesakitan, erangannya teredam kasar oleh permukaan marmer yang dingin.Namun, perhatian tidak lagi tertuju pada buronan itu. Sintya, Maman, dan Karin berlari histeris menghampiri Heri yang tergeletak lemas di dekat kaki sofa.Sintya langsung menjatuhkan dirinya ke lantai, memangku kepala Heri di atas pahanya.Air mata wanita itu pecah sepenuhnya, mengalir deras membasahi pipi hingga menetes tepat di wajah Heri yang kian pucat."Heri! Heri, dengar suara aku! Jangan tutup mata kamu!" jerit Sintya histeris.Tangannya yang gemetaran hebat menekan area perut Heri yang tertembak, berusaha menahan aliran darah segar yang terus mengucur deras menembus kemeja kargo kelabunya.Heri meringis kesakitan, dadanya yang bidang naik-turun
Read more