***Malam semakin larut, angin berembus pelan melewati balkon kamar utama mansion itu, membuat tirai putih bergoyang lembut mengikuti arahnya. Langit tampak cerah, bulan purnama menggantung tinggi ditemani ribuan bintang yang berkelip menghiasi cakrawala.Di dalam kamar, suasana justru dipenuhi kehangatan.Setelah pembicaraan panjang mengenai keinginan Nicko untuk memiliki anak, tidak ada pertengkaran yang terjadi di antara mereka.Sebaliknya, keduanya justru saling memahami. Loviana masih duduk di atas ranjang dengan kedua lutut ditekuk, rambutnya yang baru selesai dikeringkan terurai indah menutupi bahunya. Ia terus menundukkan kepala, merasa sedikit bersalah karena belum mampu memenuhi keinginan suaminya.Sementara itu, Nicko duduk tepat di sampingnya.Tatapan lelaki itu tidak menunjukkan sedikit pun kekecewaan, yang ada hanyalah kelembutan, perlahan Nicko mengangkat dagu Loviana menggunakan telunjuknya. Gerakannya begitu hati-hati, seolah perempuan di hadapannya adalah benda palin
Read more