"Dia akan kembali koma, cukup lama," sambungnya tak tega. Seluruh tubuh Loviana lemas seketika. Tak mampu rasanya menopang dirinya sendiri. "Ta-tapi kenapa bisa begitu, Dok? Apa tidak ada cara lain untuk membuatnya sembuh?" "Keajaiban sudah datang padanya satu kali, sehingga saya tidak yakin akan datang dua kali." "Baik, Dok. Apapun kondisi suami saya, saya akan bawa pulang dia, saya akan merawatnya sepenuh hati. Dan saya yakin, dia akan hidup kembali seperti dulu. Kejaiban tidak datang dua kali kan, Dok? Tapi saya akan buktikan pada Dokter bahwa keajaiban bisa datang berapa kali, di mana disitu ada ketulusan dan harapan besar." Dengan nada meninggi, Loviana keluar dari ruangan itu menuju Marcel yang terlihat berdiri di depan ruang rawat Nicko. "Marcel, urus kepulangan Nicko. Aku akan merawatnya di rumah. Cari dokter terbaik, sekalipun di luar negeri." "Baik, Nyonya," jawab Marcel tampak tenang, dia sudah mendengar semua perbincangan itu. *** Satu bulan berlalu. Sampai s
Read more