공유

Mulai Angkuh

작가: Ivorybeige
last update 게시일: 2026-05-23 15:37:01

Lonceng menara berdentang dua belas kali.

Suaranya berat menembus kabut malam yang pekat. Meghan duduk diam di tepi ranjang besar itu, masih mengenakan gaun beludru gelapnya yang kaku.

Ia tidak pergi ke hutan. Ia tidak menemui Vane.

Ada sesuatu yang lebih tajam dari rasa takut yang menahannya di sana. Mungkin harga diri yang terluka, atau keinginan untuk melihat seberapa jauh Ralph akan menghancurkannya.

Pintu kamar terbanting terbuka, menghantam dinding batu dengan dentuman yang memekakkan t
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Badai Reda

    Pembersihan Pasca-Pemberontakan dan konsolidasi kekuasaan tidak berjalan dalam semalam. Meski Elanor dan Lord Vane telah dijatuhi hukuman pengkhianatan tingkat tinggi, dampak kekacauan politik yang mereka tinggalkan merembet ke tatanan birokrasi dan militer.​Dua minggu setelah peristiwa di Menara Utara, Aula Barat dipenuhi oleh tumpukan naskah penyitaan aset. Ralph duduk di meja kerja utamanya, didampingi Lord Silas dan Bapa Anselm. Mereka tidak lagi membahas legitimasi, melainkan restrukturisasi Dewan Kabinet yang kehilangan hampir separuh anggotanya akibat pembersihan pengikut Vane.​"Tujuh fraksi bangsawan dari Wilayah Selatan mengajukan penundaan pembayaran pajak musim dingin, Paduka," ujar Lord Silas seraya menyodorkan perkamen berstempel lilin hijau. "Mereka beralasan bahwa penangkapan Lord Vane mengganggu jalur perdagangan gandum mereka."​Ralph mengambil perkamen tersebut, membacanya sekilas, lalu melemparkannya kembali ke meja. "Vance menggunakan dana pajak Selatan untuk m

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Menang?

    Udara di atas jurang terasa membeku. Dalam hitungan detik yang memotong napas, Ralph melemparkan separuh tubuhnya melewati celah benteng yang runtuh. Jemari besarnya mencengkeram tebalnya selimut kain beludru Ashton yang melayang. Hanya beberapa inci sebelum bayi itu sepenuhnya tersedot oleh gravitasi kehampaan!​Dengan sisa kekuatan di lengan kanannya, Ralph menahan bobot tubuhnya sendiri yang tergantung di tepi dinding batu yang licin oleh salju. Buku-buku jarinya memutih, mencengkeram tepian batu kasar sambil memeluk erat Ashton ke dadanya. Suara tangis Ashton kecil yang memecah dinginnya malam menjadi bukti bahwa bayi itu masih bernapas di dalam dekapannya.​"Aku menangkapmu ... aku memegangmu, Nak," bisik Ralph, suara bass-nya serak, terengah-engah melawan deru angin yang meraung dari dasar jurang.​Di atas pelataran benteng, situasi pecah menjadi kegelapan yang buas.​Melihat pembunuh bayaran itu melepaskan Ashton, Meghan tidak lagi bertindak sebagai seorang wanita yang membutu

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Genevieve

    Salju pertama yang turun mulai membasahi pelataran batu puncak benteng Menara Utara. Angin pegunungan berembus kencang, mengibarkan mantel bertudung milik wanita yang berdiri tepat di tepi jurang curam. Di bawah sana, batu-batu karang yang tajam membisu dalam kegelapan jutaan meter ke bawah. Siap menelan siapa pun yang terjatuh tanpa ampun.​Ashton kecil menangis kencang dalam dekapan pembunuh bayaran bertopeng, suara tangisannya melengking menembus deru angin dan kepulan asap yang masih membumbung dari kamar di bawah.​"Princess Genevieve," bisik Ralph, suara Sang Raja bergetar hebat. Pedang di tangannya terangkat kaku, bukan karena ragu memotong leher musuhnya, melainkan karena keriapan ketakutan yang mengunci persendiannya. "Kau ... kau seharusnya mati di Benteng Barat saat tragedi kudeta dua belas tahun lalu."​Wanita itu Genevieve, putri tertua dari garis keturunan raja terdahulu yang dianggap telah tewas terbakar bersama seluruh kubu pemberontak. Iaerkekeh pelan. Ia menyibak r

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Pilihan

    "ASHTON!"​Jeritan Meghan memecah keheningan Aula Utama, melengking sarat akan kepanikan yang menghancurkan seluruh keanggunannya dalam sekejap. Tanpa memikirkan gaun beludru mewahnya atau mahkota Ratu yang melingkar di kepalanya, Meghan berbalik dan berlari sekuat tenaga menuju pintu keluar, didorong oleh naluri murni seorang ibu.​"Gomund! Amankan seluruh aula! Tutup gerbang utama!" perintah Ralph dengan suara menggelegar bagaikan guntur. Pedang pusaka di pinggangnya terhunus dalam satu gerakan kilat. Mata Sang Raja berkilat merah penuh murka, namun fokus utamanya saat ini hanyalah keselamatan putra dan istrinya. Ralph melompati meja dewan, mengejar Meghan yang sudah berlari menembus koridor utama.​Di belakang mereka, kekacauan pecah seketika. Para menteri berteriak panik, saling dorong mencoba menyelamatkan diri. Elanor berdiri mematung di tengah kerusuhan itu, matanya membelalak menatap kepulan asap hitam di Menara Utara. Ia menatap Lord Vane yang tersenyum gila di dekat pintu

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Ratu

    Sinar matahari fajar menerobos celah-celah jendela tinggi Aula Utama Istana Agung, membiaskan cahaya keemasan di atas meja panjang tempat para menteri dan bangsawan senior Dewan Kabinet berkumpul. Udara di dalam ruangan itu begitu berat, dipenuhi aura ketegangan dan ambisi yang tertahan.​Di barisan paling depan, Lord Vane berdiri dengan dada terangkat. Di sisinya, Elanor duduk di atas kursi kayu berukir—bukan di takhta samping Raja, melainkan di kursi kehormatan Ratu Resmi. Ia mengenakan gaun beludru hitam bercorak perak yang megah, wajahnya kaku seperti patung pualam, memancarkan keyakinan mutlak bahwa hari ini ia akan memenangkan pertempuran politik terbesar dalam hidupnya.​"Fajar telah menyingsing, Lord Vane," bisik Elanor tanpa memalingkan wajahnya. "Apakah seluruh fraksi sudah memegang draf penolakan legitimasi Pangeran Ashton?"​"Semua sudah terikat rapat, Ratuku," jawab Lord Vane seraya tersenyum penuh kemenangan. "Tujuh fraksi telah menandatangani maklumat. Begitu Paduka mel

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Sah

    ​Ralph telah memanggil tiga orang paling tepercaya di seluruh kerajaan.Gomund, Panglima Garda Utama yang memiliki parut luka silang di pipinya. Bapa Anselm, kepala arsiparis Istana Agung yang memegang naskah-naskah hukum kuno. Lord Silas, seorang bangsawan senior dari Wilayah Barat yang sejak awal diam-diam berseberangan dengan kubu Lord Vance.​Meghan duduk di dekat perapian yang menyala, menimang Ashton yang terlelap tenang. Gaun beludru birunya telah berganti dengan pakaian sutra tebal berwarna merah tua, warna kebesaran keluarga yang secara tidak resmi kini ia kenakan. ​"Ini bukan sekadar pelanggaran adat, Paduka." Suara Bapa Anselm bergetar, jemari tuanya yang keriput menunjuk sebuah gulungan hukum berusia ratusan tahun yang lapuk dimakan usia. "Pernikahan di hadapan Tetua Agung tanpa persetujuan Ratu Resmi yang masih bertakhta adalah perbuatan yang belum pernah tercatat sejak era Perang Tiga Takhta. Jika ini dilakukan sebelum fajar, Dewan Kabinet bisa menganggapnya sebagai k

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Ducat Meghan

    Meghan membiarkan pakaian sutra birunya merosot ke lantai marmer yang dingin dengan gerakan yang lambat. Ia berdiri dengan kepala terangkat, memamerkan lekuk tubuhnya yang sehat dan sempurna di bawah cahaya temaram lampu minyak. Dalam benak Nadira, ini adalah senjatanya. Ia tahu betapa kuat daya t

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Buka Pakaianmu Sekarang

    Meghan dipaksa berdiri dan diseret menjauh dari kerumunan. Ia sempat melirik ke arah ayahnya, Baron Valerius, yang hanya bisa menunduk lesu tanpa berani menatap mata putrinya. Langkah kaki Meghan bergema di lorong-lorong istana yang panjang dan sunyi. Setiap langkah itu terasa seperti dentuman gen

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Perubahan Rencana dari Pangeran

    "Tundukkan kepalamu lebih dalam, Meghan! Kau ingin kita semua dihukum gantung sebelum acara dimulai?" bisik Baron Valerius dengan tangannya yang mencengkeram lengan Meghan hingga kain sutra gaunnya berkerut.Suara terompet kerajaan membahana, memekakkan telinga saat pintu ganda aula utama terbuka l

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Milik Ralph

    “Aku menolak!” Setelah jamuan makan malam yang menyesakkan itu usai, ketegangan beralih ke ruang yang lebih privat tapi tetap disaksikan oleh para petinggi istana. Di sana, Meghan berdiri dengan punggung tegak, mengabaikan tatapan memohon dari ayahnya yang sudah berkeringat dingin. Nadira, dal

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status