Share

Bagaimana Menurutmu

Author: Ivorybeige
last update publish date: 2026-05-29 20:35:41

"Bagaimana menurutmu?" tanya Ralph tanpa menoleh, suaranya rendah dan sulit ditebak.

Ralph berdiri di dekat jendela, bayangannya memanjang di atas lantai marmer saat ia mulai melepas jubah kebesarannya yang berat.

Kamar itu terasa jauh lebih panas daripada taman tadi, seolah-olah amarah yang ia tahan sejak perjamuan makan siang mulai menguap.

Meghan, yang sedang duduk di tepi ranjang sambil mencoba melepas kalung zamrud yang terasa seperti mencekiknya, menjawab dengan jujur.

"Cantik, dia punya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Pembelajaran Ashton

    Pangeran Ashton yang kini menginjak usia sembilan tahun duduk di samping meja oak besar di Ruang Studi Diraja. Di hadapannya terbentang naskah perkamen kulit lembu yang ditulis dengan tinta empedu. Ia sedang mempelajari daftar kewajiban upeti dan pajak tanah (tithe) dari para penguasa lahan (landlord) di perbatasan.​"Ashton," panggil Meghan seraya meletakkan segel lilin merah di atas meja. "Jika seorang baron di wilayah barat menolak mengirimkan kavaleri berkuda saat panggilan perang dibunyikan, apa langkah hukum feodal yang harus kau ambil?"​Ashton mendongak. Matanya yang berwarna kelabu menatap ibunya tanpa ragu. "Sesuai Piagam Diraja tahun 1292, hak atas tanah (fiefdom) miliknya dicabut. Tanah itu kembali menjadi milik Mahkota, dan ia bisa dijatuhi hukuman pengasingan atas tindakan pembangkangan (felony)."​Ralph, yang sedang memeriksa mata pedang besi tempa milik garda depan di dekat perapian besar, mengangguk setuju.​"Bagus," ujar Ralph dengan suara beratnya. "Di era ini, t

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Ashton dan Perkembangannya

    Musim dingin kembali menyapa lima tahun kemudian. Kali ini, benteng tak lagi menyambutnya dengan ketakutan atau kesiapsiagaan perang yang mencekam. Di balik dinding batu granit yang kokoh, tatanan pemerintahan berjalan presisi dan dingin.​Ashton kini berusia sembilan tahun. Ia tumbuh di bawah pengawasan ketat Ralph dalam ilmu militer dan disiplin kepemimpinan, serta tempaan Meghan dalam taktik diplomasi dan strategi hukum. Tidak ada ruang untuk memanjakan calon penguasa di Istana Agung. Ashton diajari membaca peta navigasi militer sebelum ia genap berusia tujuh tahun dan diwajibkan menghadiri setiap sidang kabinet harian dari sudut ruangan.​Siang itu, salju tipis mulai melapis papan-papan kayu di pelataran latihan. Ralph berdiri di balkon lantai dua, memperhatikan Ashton yang sedang berlatih pedang kayu melawan dua prajurit instruktur Garda Utama. Gerakan bocah itu tegas, tangkas, dan tanpa ragu—ciri khas yang diwariskan langsung dari garis darahnya.​Langkah kaki Meghan terdengar

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Ashton Kecil

    Tahun-tahun berikutnya bergulir membawa keemasan yang kian mengakar di seluruh penjuru negeri. Musim panas berganti musim gugur yang sejuk, menyelimuti perbukitan sekitar ibu kota dengan warna keemasan dan tembaga. Di bawah kepemimpinan Ralph dan Meghan, Kerajaan tidak hanya menjadi benteng militer yang tak menembus di utara, tetapi juga pusat perdagangan dan kebudayaan terkemuka di seluruh daratan.​Pangeran Ashton kini tumbuh menjadi seorang bocah berusia empat tahun yang tangkas dan cerdas. Matanya mewarisi ketajaman iris kelabu milik Ralph, namun ketenangan dan kecermatannya bertutur berasal dari sang ibu. Setiap pagi, Ashton kecil sudah terbiasa duduk di sudut Ruang Studi Diraja, memperhatikan ibunya mendengarkan laporan menteri atau melihat ayahnya memeriksa peta-peta navigasi armada laut.​Di pelataran tengah Istana Agung, tumpukan dokumen traktat lama telah digantikan oleh Kodifikasi Hukum Baru—sebuah kitab undang-undang terpadu yang dirancang oleh Ratu Meghan bersama Bapa A

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Membakar Duri

    Musim semi perlahan berganti menjadi musim panas yang hangat. Lembah di sekeliling Istana melimpah dengan warna hijau segar, sementara pepohonan di sepanjang jalan ibu kota berbuah lebat. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, kedamaian yang sesungguhnya dapat dirasakan bukan hanya di dalam dinding benteng, melainkan hingga ke pelosok desa terpencil.​Di Aula Pesta Kerajaan, persiapan besar sedang berlangsung. Perayaan Fajar Kerajaan. Sebuah tradisi tahunan untuk memperingati kemakmuran dan persatuan, akan digelar dengan skala yang belum pernah ada sebelumnya. Duta besar dan perwakilan dari Dewan Tiga Negara, kerajaan tetangga di Wilayah Selatan, hingga para pedagang besar dari Selat Selatan telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Peristiwa ini bukan sekadar pesta dansa biasa, melainkan panggung resmi untuk menunjukkan kekuasaan mutlak Wangsa Diraja yang bersatu.​Meghan berdiri di balkon kamar utamanya, memandangi kesibukan para pelayan dan prajurit yang menghiasi pelataran denga

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Era Baru

    Memasuki pertengahan musim semi, seluruh wilayah kerajaan menikmati stabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dekade terakhir. Nama Ratu Meghan tak lagi diucapkan dengan nada meremehkan oleh para bangsawan; ia kini dihormati sebagai pengatur strategi hukum dan ekonomi yang ulung di samping kekuatan militer Sang Raja.​Namun, di tengah ketenangan yang tampak sempurna di permukaan, sebuah laporan rahasia mendarat di meja kerja Ralph pada suatu malam yang sunyi.​Bapa Anselm masuk tanpa mengetuk pintu—sebuah tindakan tidak biasa yang menandakan kegentingan situasi. Di tangannya, ia memegang sebuah tabung tembaga berisi kertas perkamen tipis dari jaringan mata-mata kerajaan yang beroperasi di pinggiran Pegunungan Utara.​"Paduka," panggil Bapa Anselm dengan suara diredam. "Laporan dari pos pemantau jauh di Benteng Celah Hitam. Ini bukan mengenai Kerajaan Barat atau klan Vance."​Ralph yang sedang mempelajari peta pertahanan pesisir mendongak. Matanya yang tajam menangkap ket

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Perjanjian Ini Sah

    Dua bulan pasca-penarikan mundur pasukan Kerajaan Barat, konsolidasi kekuatan internal mencapai puncaknya. Salju di sekitar benteng mulai mencair, membuka akses jalan utama menuju Wilayah Selatan dan Barat. Di bawah arahan Ratu Meghan, jalur logistik baru tidak hanya mengamankan pasokan pangan, tetapi juga memperkuat pos-pos pemeriksaan militer di seluruh perbatasan.​Namun, kedamaian di permukaan itu pecah saat Fajar pertama musim semi tiba.​Bapa Anselm memasuki Aula Kerja Kerajaan dengan langkah tergesa-gesa. Di tangannya, ia membawa sebuah kotak kayu hitam tanpa ukiran yang dikirimkan oleh kurir anonim dari pelabuhan perbatasan Wilayah Timur. Jalur laut yang selama ini dianggap paling aman dan netral.​"Paduka, Ratu Meghan," panggil Bapa Anselm, suaranya mengandung nada kecemasan yang tak mampu ia sembunyikan. "Kotak ini tiba bersama stempel segel milik Konsul Dagang Wilayah Timur. Namun operatesi pemeriksaan di perbatasan menemukan noda darah yang mengering di bawah alasnya."​

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Protokol Selir

    Pelayan-pelayan di paviliun Barat bekerja dengan keheningan yang disiplin. Tidak ada percakapan santai, yang terdengar hanyalah gesekan sisir tulang dan gemerincing botol parfum. Meghan duduk tegak, membiarkan rambutnya ditarik ke atas dengan kencang, dipilin dengan teknik gelung tinggi yang rum

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Milik Ralph

    “Aku menolak!” Setelah jamuan makan malam yang menyesakkan itu usai, ketegangan beralih ke ruang yang lebih privat tapi tetap disaksikan oleh para petinggi istana. Di sana, Meghan berdiri dengan punggung tegak, mengabaikan tatapan memohon dari ayahnya yang sudah berkeringat dingin. Nadira, dal

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Perubahan Rencana dari Pangeran

    "Tundukkan kepalamu lebih dalam, Meghan! Kau ingin kita semua dihukum gantung sebelum acara dimulai?" bisik Baron Valerius dengan tangannya yang mencengkeram lengan Meghan hingga kain sutra gaunnya berkerut.Suara terompet kerajaan membahana, memekakkan telinga saat pintu ganda aula utama terbuka l

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Perjodohan

    "Meghan! Jawab Ayah!"Suara itu berat dan menggema di ruangan berbatu yang dingin. Meghan tersentak, kepalanya yang sedari tadi menunduk lemas mendadak tegak. Rasa kantuk yang luar biasa berat seketika sirna, berganti dengan keterkejutan yang menghantam dada.Hal pertama yang ia rasakan adalah paru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status