Compartir

Ya, Aku Membencimu!

Autor: Ivorybeige
last update Fecha de publicación: 2026-05-31 21:02:48

"Meghan, sebenarnya apa yang kau pikirkan?"

Pintu kamar kayu ek yang tebal itu tertutup dengan debuman keras, mengunci dunia luar dan menyisakan atmosfer yang seketika mencekik.

Keheningan yang tercipta di antara mereka justru terasa lebih pekat dan mengintimidasi daripada riuh rendahnya aula perjamuan atau ketenangan semu di perpustakaan tadi.

Ralph berdiri memunggungi ranjang besar berkelambu beludru merah darah. Jubah kebesarannya yang mewah tampak kontras dengan gairah kemarahan yang terta
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Akhir Abad

    Lonceng Katedral Agung berdentang tujuh kali, gaungnya memecah kesunyian fajar musim dingin. Asap tipis membumbung dari cerobong-cerobong batu di sepanjang pemukiman di bawah benteng, menandakan aktivitas pagi warga kota yang mulai menggeliat di bawah naungan kedamaian yang stabil.​Di dalam Balai Penilaian Feodal Istana Agung, meja oak raksasa dipenuhi oleh gulungan perkamen berkulit lembu, timbangan perak untuk keping uang emas florin, serta stempel-stempel wilayah dari seluruh kadipaten bawahan. Hari ini adalah Michaelmas Assessment, hari di mana seluruh vassal, lord, dan kepala guild (serikat pengrajin dan pedagang) berkumpul untuk menyerahkan kewajiban pajak tanah, upeti tahunan, serta memperbarui sumpah feodal (fealty) di hadapan takhta.​Ralph duduk di atas kursi kayu berukir naga, mengenakan jubah beludru tebal bersulam benang perak dan baju zirah rantai (hauberk) tebal di bagian dada. Di sisinya, Meghan tampil anggun dalam gaun wol tebal berwarna hijau zamrud, mahkota tiara

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Pembelajaran Ashton

    Pangeran Ashton yang kini menginjak usia sembilan tahun duduk di samping meja oak besar di Ruang Studi Diraja. Di hadapannya terbentang naskah perkamen kulit lembu yang ditulis dengan tinta empedu. Ia sedang mempelajari daftar kewajiban upeti dan pajak tanah (tithe) dari para penguasa lahan (landlord) di perbatasan.​"Ashton," panggil Meghan seraya meletakkan segel lilin merah di atas meja. "Jika seorang baron di wilayah barat menolak mengirimkan kavaleri berkuda saat panggilan perang dibunyikan, apa langkah hukum feodal yang harus kau ambil?"​Ashton mendongak. Matanya yang berwarna kelabu menatap ibunya tanpa ragu. "Sesuai Piagam Diraja tahun 1292, hak atas tanah (fiefdom) miliknya dicabut. Tanah itu kembali menjadi milik Mahkota, dan ia bisa dijatuhi hukuman pengasingan atas tindakan pembangkangan (felony)."​Ralph, yang sedang memeriksa mata pedang besi tempa milik garda depan di dekat perapian besar, mengangguk setuju.​"Bagus," ujar Ralph dengan suara beratnya. "Di era ini, t

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Ashton dan Perkembangannya

    Musim dingin kembali menyapa lima tahun kemudian. Kali ini, benteng tak lagi menyambutnya dengan ketakutan atau kesiapsiagaan perang yang mencekam. Di balik dinding batu granit yang kokoh, tatanan pemerintahan berjalan presisi dan dingin.​Ashton kini berusia sembilan tahun. Ia tumbuh di bawah pengawasan ketat Ralph dalam ilmu militer dan disiplin kepemimpinan, serta tempaan Meghan dalam taktik diplomasi dan strategi hukum. Tidak ada ruang untuk memanjakan calon penguasa di Istana Agung. Ashton diajari membaca peta navigasi militer sebelum ia genap berusia tujuh tahun dan diwajibkan menghadiri setiap sidang kabinet harian dari sudut ruangan.​Siang itu, salju tipis mulai melapis papan-papan kayu di pelataran latihan. Ralph berdiri di balkon lantai dua, memperhatikan Ashton yang sedang berlatih pedang kayu melawan dua prajurit instruktur Garda Utama. Gerakan bocah itu tegas, tangkas, dan tanpa ragu—ciri khas yang diwariskan langsung dari garis darahnya.​Langkah kaki Meghan terdengar

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Ashton Kecil

    Tahun-tahun berikutnya bergulir membawa keemasan yang kian mengakar di seluruh penjuru negeri. Musim panas berganti musim gugur yang sejuk, menyelimuti perbukitan sekitar ibu kota dengan warna keemasan dan tembaga. Di bawah kepemimpinan Ralph dan Meghan, Kerajaan tidak hanya menjadi benteng militer yang tak menembus di utara, tetapi juga pusat perdagangan dan kebudayaan terkemuka di seluruh daratan.​Pangeran Ashton kini tumbuh menjadi seorang bocah berusia empat tahun yang tangkas dan cerdas. Matanya mewarisi ketajaman iris kelabu milik Ralph, namun ketenangan dan kecermatannya bertutur berasal dari sang ibu. Setiap pagi, Ashton kecil sudah terbiasa duduk di sudut Ruang Studi Diraja, memperhatikan ibunya mendengarkan laporan menteri atau melihat ayahnya memeriksa peta-peta navigasi armada laut.​Di pelataran tengah Istana Agung, tumpukan dokumen traktat lama telah digantikan oleh Kodifikasi Hukum Baru—sebuah kitab undang-undang terpadu yang dirancang oleh Ratu Meghan bersama Bapa A

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Membakar Duri

    Musim semi perlahan berganti menjadi musim panas yang hangat. Lembah di sekeliling Istana melimpah dengan warna hijau segar, sementara pepohonan di sepanjang jalan ibu kota berbuah lebat. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, kedamaian yang sesungguhnya dapat dirasakan bukan hanya di dalam dinding benteng, melainkan hingga ke pelosok desa terpencil.​Di Aula Pesta Kerajaan, persiapan besar sedang berlangsung. Perayaan Fajar Kerajaan. Sebuah tradisi tahunan untuk memperingati kemakmuran dan persatuan, akan digelar dengan skala yang belum pernah ada sebelumnya. Duta besar dan perwakilan dari Dewan Tiga Negara, kerajaan tetangga di Wilayah Selatan, hingga para pedagang besar dari Selat Selatan telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Peristiwa ini bukan sekadar pesta dansa biasa, melainkan panggung resmi untuk menunjukkan kekuasaan mutlak Wangsa Diraja yang bersatu.​Meghan berdiri di balkon kamar utamanya, memandangi kesibukan para pelayan dan prajurit yang menghiasi pelataran denga

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Era Baru

    Memasuki pertengahan musim semi, seluruh wilayah kerajaan menikmati stabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dekade terakhir. Nama Ratu Meghan tak lagi diucapkan dengan nada meremehkan oleh para bangsawan; ia kini dihormati sebagai pengatur strategi hukum dan ekonomi yang ulung di samping kekuatan militer Sang Raja.​Namun, di tengah ketenangan yang tampak sempurna di permukaan, sebuah laporan rahasia mendarat di meja kerja Ralph pada suatu malam yang sunyi.​Bapa Anselm masuk tanpa mengetuk pintu—sebuah tindakan tidak biasa yang menandakan kegentingan situasi. Di tangannya, ia memegang sebuah tabung tembaga berisi kertas perkamen tipis dari jaringan mata-mata kerajaan yang beroperasi di pinggiran Pegunungan Utara.​"Paduka," panggil Bapa Anselm dengan suara diredam. "Laporan dari pos pemantau jauh di Benteng Celah Hitam. Ini bukan mengenai Kerajaan Barat atau klan Vance."​Ralph yang sedang mempelajari peta pertahanan pesisir mendongak. Matanya yang tajam menangkap ket

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Perubahan Rencana dari Pangeran

    "Tundukkan kepalamu lebih dalam, Meghan! Kau ingin kita semua dihukum gantung sebelum acara dimulai?" bisik Baron Valerius dengan tangannya yang mencengkeram lengan Meghan hingga kain sutra gaunnya berkerut.Suara terompet kerajaan membahana, memekakkan telinga saat pintu ganda aula utama terbuka l

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Perjodohan

    "Meghan! Jawab Ayah!"Suara itu berat dan menggema di ruangan berbatu yang dingin. Meghan tersentak, kepalanya yang sedari tadi menunduk lemas mendadak tegak. Rasa kantuk yang luar biasa berat seketika sirna, berganti dengan keterkejutan yang menghantam dada.Hal pertama yang ia rasakan adalah paru

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Protokol Selir

    Pelayan-pelayan di paviliun Barat bekerja dengan keheningan yang disiplin. Tidak ada percakapan santai, yang terdengar hanyalah gesekan sisir tulang dan gemerincing botol parfum. Meghan duduk tegak, membiarkan rambutnya ditarik ke atas dengan kencang, dipilin dengan teknik gelung tinggi yang rum

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Sekolah Selir

    Meghan melangkah menyusuri lorong panjang yang dihiasi permadani dinding tebal. Namun, langkahnya terhenti di depan pintu jati raksasa menuju perpustakaan agung. Dua penjaga bersenjata tombak menyilangkan senjata mereka, sementara seorang pelayan senior dengan pakaian kaku menghalangi jalannya.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status