Share

Kemari

Author: Ivorybeige
last update publish date: 2026-06-02 13:56:49

Cahaya fajar yang pucat menerobos masuk melalui celah-celah jendela tinggi Kastel Burgundy, mengusir bayangan kelam malam sebelumnya namun gagal menghangatkan suasana di aula utama.

Raja Burgundy duduk di kepala meja dengan bahu yang sedikit turun. Guratan lelah dan beban takhta di wajahnya terlihat jelas di bawah sinar matahari.

Keangkuhan malam tadi runtuh, digantikan oleh kalkulasi politik yang dingin. Bagaimanapun, tanpa pasukan berkuda milik Ralph, Burgundy hanya tinggal menunggu waktu un
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Ralph Alistair

    "Karung badai menghantam lambung kapal di teluk Utara, Paduka. Puing-puing lambung emas lambang kerajaan ditemukan terdampar di pesisir berbatu pagi ini. Tidak ada satu pun yang selamat. Raja dan Permaisuri ... telah tiada." Laporan dari panglima armada laut itu jatuh seperti hantaman palu godam, seketika membekukan udara di dalam Aula Agung kastel. Kastel dalam sekejap berubah menjadi lautan hitam. Bendera kerajaan diturunkan setengah tiang, digantikan oleh pataka berkabung yang berkibar lesu ditiup angin dingin musim dingin. Di dalam aula yang beberapa minggu lalu dipenuhi gelak tawa pernikahan, kini hanya ada keheningan yang mencekik. Ralph berdiri kaku di depan takhta kosong ayahnya, jubah kebesarannya telah berganti menjadi beludru hitam pekat tanpa hiasan. Di sampingnya, Tuan Muda Carl—sang adik—tertunduk dalam-dalam dengan bahu yang bergetar hebat, meremas lambang keluarga di dadanya, berusaha menaha

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Masuklah

    Kecemburuan di istana ini tidak pernah berwujud bisikan halus.Siang tadi di lorong paviliun barat, Beatrice menatap Meghan dengan iri yang begitu pekat hingga rasanya bisa membakar kulit. Dandanan keduanya memang tidak pernah sama, menegaskan jurang pemisah yang sengaja Ralph ciptakan di antara mereka.Meghan selalu diliputi kemewahan seperti seorang Duchess.Gaun sutra berbordir benang emas atau beludru tebal, dan untaian mutiara murni yang menghiasi lehernya. Sementara Beatrice? Wanita itu adalah lambang wajah selir yang sebenarnya di kerajaan ini. Pakaiannya sederhana, perhiasannya dibatasi, dan kehadirannya seolah hanya diakui saat malam tiba di atas ranjang. Perbedaan yang teramat timpang itu terus mengusik kepala Meghan, memicu sebuah pertanyaan yang menuntut jawaban langsung dari sang tiran.Malam itu, Meghan mendatangi ruang kerja pribadi Ralph.Mendengar langkah kaki yang sangat ia kenali, Ralph yang sud

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Sudah Selesai?

    "Kau senang aku harus melakukan ini untuk ketiga kalinya?"Suara bariton Ralph memecah keheningan fajar di dalam kamar megah milik Putri Mahkota. Pangeran itu berdiri di tepi ranjang dengan sebilah pisau kecil di tangan kanan. Tanpa ragu sedikit pun, ia mengiris telapak tangan kirinya sendiri, lalu membiarkan cairan merah pekat itu menetes lambat di atas seprai sutra putih yang masih bersih. Menciptakan noda keperawanan palsu untuk Elanor.Meghan langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela yang berkabut. Dada wanita itu berdesir hebat saat memori masa lalu mendadak berputar tanpa izin. Ia ingat betul malam pertamanya saat diangkat menjadi selir.Ralph melakukan hal yang persis sama. Mengingat bagaimana tiran itu mengiris tangannya sendiri demi menutupi fakta di depan pelayan istana membuat pipi Meghan memerah menahan malu sekaligus rasa bersalah yang terpendam.Ralph selesai dengan urusannya. Darah yang menetes dari tangannya

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Tidak Sadarkan Diri

    Angin malam di puncak menara tertinggi bertiup begitu kencang, menyabet helai-helai rambut Meghan dan mengirimkan rasa dingin yang menggigit hingga ke tulang. Di bawah sana, kegelapan kastel tampak seperti jurang tanpa dasar yang menganga, seolah siap menelan siapa saja yang berani terjun ke dalamnya. Meghan berdiri di tepi pembatas batu, menatap lurus ke bawah.Ia sedang berpikir, bagaimana jika ia melompat ke bawah sana lalu mati?Pikiran itu terasa begitu menggoda. Kehidupan masa lalunya sebagai Nadira yang penyakitan setidaknya jauh lebih baik daripada hidup di dalam tubuh Meghan saat ini. Seorang wanita yang tidak punya harga diri, dikurung dalam sangkar emas, dan selalu disakiti oleh kekejaman Ralph yang tanpa batas.Jika ia mati malam ini, mungkin jiwa Meghan tidak akan pernah bangkit atau hidup lagi di tubuh mana pun. Tapi apa gunanya hidup jika di kehidupan kedua ini pun ia tetap tidak bisa menggapai cintanya? Semua fana. Semua

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Kebebasan

    "Lihatlah betapa serasinya mereka, Nona Meghan. Seolah seluruh kerajaan ini memang diciptakan hanya untuk menjadi latar belakang kemegahan mereka." Bisikan tajam dari seorang pelayan senior di sampingnya mengiris keheningan tempat Meghan berdiri. Meghan tidak menyahut, ia hanya mempererat remasan jemarinya pada pagar pembatas selasar atas The Great Hall. Musim telah berganti. Penantian berminggu-minggu yang menyiksa, yang dipenuhi kabut musim gugur yang dingin, kini telah luruh digantikan oleh awal musim dingin yang beku. Dan di hari yang paling menggigit ini, hari yang dinantikan oleh seluruh negeri akhirnya tiba. Pernikahan akbar Pangeran Mahkota Ralph dan Putri Elanor dari Burgundy sedang dilangsungkan dengan segala kemewahan yang sanggup diperas dari kas kerajaan. Dari posisinya di lantai atas yang remang-remang, Meghan menyaksikan semua itu dengan tatapan kosong. Di bawah sana, di tengah Aula Agung yang dinding-dinding batunya ditutupi permadani beludru bersulam benan

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Gagah

    "Kau menyukai kejutan dariku?"Itu Ralph yang baru datang. Langkah kaki tegapnya terdengar begitu tenang saat memasuki kamar, seolah-olah hantaman kenyataan yang baru saja menghancurkan hati Meghan tidak lebih dari sekadar lelucon pagi hari baginya.Meghan memalingkan wajahnya, enggan menatap sepasang mata elang yang selalu menuntut kepatuhan itu. Dadanya bergemuruh hebat, menahan sesak yang kian mencekik.Ralph menyeringai dan angkat bahu, berjalan mendekati sisi ranjang dengan aura dominan yang tetap pekat melekat pada tubuhnya. "Sepertinya kau menyukainya."Meghan angkat suara, suaranya bergetar namun ada nada tajam yang tertahan di sana. "Seharusnya Tuan tidak kemari.""Apa yang melarangku untuk tidak ke sini?" tanya Ralph retoris, melipat tangan di dada sembari menatap Meghan yang tampak begitu rapuh sekaligus meledak-ledak di bawah selimut tebalnya.Meghan menatapnya dengan wajah penuh kebencian, membiarkan seluruh rasa sakit dan penolakan yang ia rasakan terpancar jelas dari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status