“Duduklah,” perintah Elisio. Mante menarik kursi, disaat yang sama Jach juga beranjak dari tempatnya meninggalkan ruangan itu, menyadarkan Mante bahwa apa yang akan dibahas adalah urusan pribadinya. Apa yang sebenarnya akan dibahas ayahnya? Saat derak lembut suara pintu ditutup terdengar, kesunyian mulai menyelimuti ruangan dengan jejak-jejak aroma tembakau yang terbakar dan alcohol mahal yang sempat dituangkan. “Jadi, Ayah ingin bicara apa?” tanya Mante membuka percakapan. Elisio menyandarkan bahunya ke kursi, dipandanginya wajah Mante dengan serius, membaca suasana hatinya yang saat terlihat cukup baik. “Zicola, dia ingin menjodohkanmu dengan Celestine.” Bibir Mante terkatup, ujung jarinya mengusap permukaan kursi dengan pola lingkaran kecil, pria itu terlihat santai sedikitpun tidak menunjukan reaski terkejut, seolah dia sudah menduga bahwa hal seperti ini akan terjadi. Jauh sebelum mengenal Celestine, Mante sudah berteman dekat dengan kakak kembarnya yang bernama, Ber
اقرأ المزيد