LOGINSuara nyanyian riang terdengar, dengan tangan terayun di udara Lilian melangkah cepat memasuki lift. Gadis itu masih mengenakan gaun tidur merah mudanya, namun kini terlapis sweater yang membuatnya tampak seperti mengenakan dress biasa. Dalam pikirnya, Lilian sudah menyusun banyak rencana tentang apa yang akan dilakukan. Lilian yakin, diwaktu semalam ini, orang-orang yang ditugaskan mengikutinya pasti sudah pulang sehingga dia bisa bebas. Sudah Lilian perhitungkan bahwa dia akan jalan-jalan dengan taksi, lalu pulang sebelum pukul sebelas malam agar tidak jadi pertanyaan Mante yang akan pulang larut malam.Begitu pintu lift terbuka, kaki Lilian bergerak cepat meninggalkan gedung, matanya yang cerah melihat kesana-kemari mencari taksi lewat. “Kau mau kemana?” Lilian tersentak, tubuhnya membeku kaget begitu mendengar suara yang begitu dia kenal, kini bertanya tepat dibelakang kepala. Dengan wajah tertunduk gugup Lilian genggam erat tali tas tanpa berani menoleh sedikitpun.Entah men
Napas Shopie tertahan didada begitu ia dengar ucapan Celestine, yang sesungguhnya sebuah perintah mutlak dan tidak bisa ditawar menawar.Apa yang harus Shopie lakukan sekarang? Dengan cara apa dia penuhi keinginan Celestine? Akan sangat sulit untuknya membuat Lilian, si cengeng itu menuruti keinginannya.Disisi lain, jika Shopie tidak berhasil membuat Lilian datang meminta maaf, jangan harap kontrak yang sudah ditandatangani akan berlanjut!Shopie tahu betul bagaimana sifat Celestine yang menjunjung harga dirinya setinggi langit, dia pasti akan lebih memilih bayar kerugian dibandingkan harga dirnya jatuh.Jika Celestine membatalkan kerjasama, tidak hanya perusahaan yang akan kehilangan kesempatan besar. Kedepannya, Shopie pun pasti akan mulai sulit mendapatkan kepercayaan Celestine…Sungguh sial..Andai saja, Shopie tahu jika mengerjai Lilian akan menjadi buah simalakama untuknya karier dan masa depannya yang telah bertahun-tahun berusaha ia bangun. Jelas saja, Shopie pasti tidak akan
Sebuah bayangan pergerakan, terlihat dipermukaan dinding kaca berkerlap-kerlip oleh cahaya lampu-lampu dari bangunan sekitar. Mante menggenggam handponenya dan menempatkanya di telinga, mendengar suara ayahnya yang kini sedang menelphone. “Akhir bulan, aku akan mengadakan pesta di mansion kawasan danau Laurentia. Beberapa anggota keluarga dari luar negeri akan datang.”Mante terdiam tak langsung menjawab, tiga atau empat tahun sekali ayahnya memang suka mengadakan pesta diakhir juli.Bagi orang-orang yang mendapatkan undangan khusus, mereka akan berpikir bahwa pesta yang dibuat Elisio Hemilton bertujuan untuk membahas keberlangsungan aliansi bisnis, atau menghentikannya.Namun, sebagai putranya, Mante tahu itu bukan hanya sekadar pesta biasa.. akhir Juli adalah malam dimana Mante dilahirkan, sekaligus hari dimana ibunya meninggal. Di bawah terang dan indahnya langit delta aquariids, Ariana putuskan bersimbah darah untuk menyelamatkan nyawa putra yang baru dilahirkannya.Setiap terja
Shopie tercekat kaget, tidak menyangka jika ternyata Lilian berani balas memukul dan menghinanya juga.Seingatnya, Lilian Narinia yang selama ini dia kenal tidaklah seperti ini. Jangankan memukul, membantahpun dia tidak memiliki keberanian itu. Lilian hanyalah gadis manja yang sedikit-sedikit suka menangis lalu berlindung dalam pelukan orang tuanya. Karena itulah Shopie tanpa ragu mengerjainya.Dalam benak Shopie, saat Lilian datang terlambat ke restaurant dan mendapatkan kecaman banyak orang, Lilian hanya akan tertunduk menangis, lalu pulang. Shopie ingat betul, beberapa tahun lalu ketika keluarga Floyen mengadakan kemah di tengah hutan. Hanya karena merasa tidak nyaman tidur di dalam tenda, Lilian memilih pulang seorang diri pada tengah malam. Kepergiannya bahkan sempat membuat seluruh keluarga panik dan mengira dirinya telah diculik.Dulu, Lilian tidak memiliki keberanian untuk bertahan dalam keadaan yang membuatnya tidak nyaman.Namun sekarang...Lilian justru berdiri di hadapan
Ruangan itu hening dan dingin. Keberanian Lilian membalikan ucapan seorang Celestine berhasil mengejutkan banyak orang, termasuk Celestine sendiri, orang yang diam-diam memulai permainan untuk mempermalukan Lilian.Bahu Celestine tegang, dadanya mulai panas menahan letupakan amarah yang mengganggu kondisi jantungnya. Baru kali ini, Celestine bertemu dengan perempuan kurang ajar yang berani membalas ucapannya.Darimana keberanian Lilian datang? Apa mungkin, karena dia kekasih Mante Hemilton, sehingga merasa sudah memiliki kekuasaan dan akan mendapatkan perlindungan meski sudah membuat onar. ‘Berani-beraninya, perempuan rendahan sepertinya mengoreksi sebuah tatakrama di hadapanku’ batin Celestine berteriak memaki.“Lilian, apa kau sadar dengan ucapanmu barusan,” bisik Shopie menatap tajam penuh peringatan.Melihat ketegangan diwajah Celestine, Shopie sadar bahwa kini Celestine telah marah, dan akan jadi masalah besar jika Celestine tersinggung!Wajah Celestine terangkat menatap dingin
Di sebuah ruangan besar, rak-rak berdiri berjajar dan tumpukan kain tertata rapi selayaknya sebuah toko. Dalam kesendiriannya Lilan berkutat tenggelam dalam kesibukan, mencari-cari apa yang diperlukan.Helaan napas lelah berkali-kali terdengar dari bibirnya, langkahnya terantuk melewati satu-persatu kotak rak.Beberapa kali Lilian lihat jam di pergelangan tangan. Lilian sadar bahwa dia kemungkinan akan datang terlambat, atau mungkin tidak akan sempat menyusul karena tugas yang diberikan Shopie harus segera diselesaikan.Lilian tidak mau, saat besok dia datang bekerja, Shopie memiliki celah untuk bicara buruk tentangnya.Deringan panggilan masuk terdengar, Lilian meninggalkan pekerjaanya sejenak dan mengambil handpone dari saku celannya. Dilihatnya layar tertera nama Felix.“Kau kemana saja Lilian! Kenapa belum sampai, kami sudah menunggu lima belas menit disini,” tanya Felix menggeram terdengar sangat marah. “Sebentar lagi selesai,” jawab Lilian berhati-hati.“Selesai? Menyelesaikan
Lilian menelan salivanya dengan kesulitan, kulitnya menggigil merasakan intimidasi hebat yang menekan. Ada kilatan liar seperti hewan pemburu dimata pria itu asing itu.. Apa ada yang salah dengan jam tangan yang Lilian bawa hingga pria itu bertanya berkali-kali? Apa jangan-jangan.. justru jam ta
Saat matahari mulai tenggelam membawa cahayanya di langit, Mante kembali ke tempat dimana dia tinggalkan kudanya. Penampilan Mante telah berubah kotor penuh debu, ada darah segar yang menghiasi wajahnya dari cipratan hewan buruan yang telah dia habisi. Dengan langkah gontai dan suara napas kasar,
Lilian meringkuk tertidur lelap di bathub, mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang lelah, mengumpulkan energinya kembali agar bisa kuat menghadapi banyak kenyataan pahit dari kehidupannya yang tidak lagi sama seperti dulu. Bukan hanya kehilangan orang tua, Lilian juga harus siap kehilangan seg
“Hutang orang tua Anda pada pihak bank lebih dari 20 juta dollar belum termasuk bunga, dan Lilian’s hotel ini adalah jaminannya. Saya turut berduka cita atas kecelakaan yang telah menimpa kedua orang tua Anda, Nona Lilian. Tetapi hutang tetap harus dibayar, pihak pasar obligasi tidak bisa menunggu







