Setelah itu, Wira mulai menyesuaikan diri. Tidak langsung sempurna, tapi perlahan.Dia memperhatikan cara Rangga berbicara, cara Agung memberi isyarat, lalu menirunya dengan versinya sendiri—lebih sederhana, tanpa gestur berlebihan.Kalau ada yang memberi uang, dia menerimanya. Kalau tidak, dia tidak memaksa.Beberapa orang masih menatap aneh, tapi tidak lagi sampai berhenti mendadak atau dimaki di jalan.Rangga beberapa kali masih mengingatkan dari samping, sesekali mengoreksi posisi berdiri atau cara memberi aba-aba. Agung, seperti biasa, lebih banyak komentar daripada membantu.Namun, kali ini tidak ada kejadian aneh. Tidak ada mobil dihentikan paksa. Tidak ada yang diteriaki. Semuanya berjalan normal. Aneh, tapi normal.Uang receh mulai terkumpul di tangan Wira, seribu, dua ribu, kadang lima ribu dari pengendara yang sedang baik hati.Wira tidak banyak bicara, tapi beberapa kali ia melihat uang itu dengan tatapan serius, seolah sedang menghitung sesuatu yang lebih dari sekadar ang
Terakhir Diperbarui : 2026-05-01 Baca selengkapnya