分享

Bab 26

作者: Djulitas
last update publish date: 2026-05-23 08:46:22
“Perempuan bodoh! Perempuan lemah!” Belvara merutuki dirinya sendiri, kendati ia mendapati kenyataan bahwa dirinya sudah melakukan hal yang menjijikan, begitu menyesalnya perempuan itu.

Meaki tidak sampai melakukan hubungan badan, namun ia sudah membuat pria bertopeng itu melakukan pelepasan berkat permainan mulut dan tangan Belvara.

Apa yang ia dapati setelah itu, justru kesengsaraan batin yang tak ada obatnya, ketika Belvara kembali ke rumah itu, Juna tak ada di sana.

Ia coba menanyakannya
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   81. Mual hebat

    Belvara menelan ludah, menatap Ayas dengan tatapan nanar dan sedikit terkejut, nafasnya masih terengal-engal karena mual. ‘Gak! Jangan sampai Aku hamil dalam situasi seperti ini.’ Sangkalnya dalam batin, ia masih menutup mulutnya dengan telapak tangan.Hagan pun datang, dengan alisnya yang sedikit bertaut, matanya menyipit sejenak seolah sedang mencerna apa yang baru saja ia lihat. “Belvara.” Sapanya ketika melihat Belvara baru saja keluar dari kamar mandi.Perempuan itu meremas pakaian tepat di bagian perutnya, dan rasa tidak enak di perut kembali ia rasakan, membuatnya segera berlari lagi ke kamar mandi.“Kenaoa?” Tanya Hagan pada sang anak.Ayas menggeleng ragu. “Apa Mama hamil?”Jantungnya berdegup lebih kencang, ia melengkah segera menyusul Belvara ke kamar mandi. “Benar yang Ayas katakan?” Belvara mengusap mulutnya dengan air di wastafel kamar mandi, sejenak ia memejamkan mata menetralkan rasa mual yang kini mulai menjalar di kepala, membuatnya semakin pusing.Hagan semakin me

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   80. Maag atau hamil?

    Ayas bersembunyi di balik tubuh Belvara, memeluk pinggangnya erat-erat, an membenamkan wajahnya di punggung perempuan itu, saat masa mengerubungi kediamannya, beberapa orang yang berdemo mencoba menerobos masuk, security berjaga ketat di sana, namun banyaknya masa tidak sebanding dengan banyaknya penjagaan security kediaman mewah itu.Hagan memijat pelipisnya berulang kali, mondar-mandir tanpa arah dan tujuan, seolah mencari cara pintas dari masalah yang saat ini ia hadapi. “Semakin hari bukan semakin redup rumor itu, kenapa malah semakin melejit!” gerutunya, rahangnya terlihat kaku dengan tangan yang mengepal di samping tubuhnya.Belvara yang berada di ruang tengah bersama Hagan juga Miranti hanya bisa diam, dan terus memeluk Ayas yang sedang ketakutan, tiap kali suara keras menggema dari luar. Rasanya hari ini, Belvara sedikit kurang sehat, apa pun yang ia lihat seperti berputar tanpa henti, kendati begitu, ia harus tetap terlihat kuat dan sehat, meski wajahnya kini lebih pucat dar

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   78. Menikung

    “Sebenarnya berawal dari apa kasus ini, Mas?” tanya Belvara, sambil mengusap helaian rambutnya kebelakang. Ibra menunduk, sesekali matanya mencuri pandang pada perempuan di hadapannya. “Engh… ya gimana Mba, kalau ternyata bukti lebih meyakinkan.” Belvara terhentak, dahinya berkerut dalam, bagaimana bisa, asistennya terdengar lebih percaya pada rumor yang beredar. “Loh, Mas Ibra kan paling dekat sama Pak Hagan, harusnya tahu dong, Mas. Gak mungkin Pak Hagan begitu, tiap malam gak ada absen Pak Hagan sama Aku kecuali ĺagi haid.” “Ngapain Mba?” Tanya Ibra sok polos, “Ya… bagaimana suami istri.” “Tiap malam?” Iba meyakinkan pertanyaannya. Belvara mengangguk yakin sambil menatap Ibra dengan wajah datar. Ibra berdecak kesal, kakinya refleks menendang udara, terkekeh sarkas, menahan gelenyar di dadanya. “Pak Hagan bakal nikah sama Bu Ayana, bagaimana sama Kamu, Mba? Cuma istri siri, bisa ditinggalkan kapan saja.” Rasa kesal atas hubungan Belvara dan Hagan, membuat Ibra berujar s

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   78. Menikung

    “Sebenarnya berawal dari apa kasus ini, Mas?” tanya Belvara, sambil mengusap helaian rambutnya kebelakang.Ibra menunduk, sesekali matanya mencuri pandang pada perempuan di hadapannya. “Engh… ya gimana Mba, kalau ternyata bukti lebih meyakinkan.”Belvara terhentak, dahinya berkerut dalam, bagaimana bisa, asistennya terdengar lebih percaya pada rumor yang beredar. “Loh, Mas Ibra kan paling dekat sama Pak Hagan, harusnya tahu dong, Mas. Gak mungkin Pak Hagan begitu, tiap malam gak ada absen Pak Hagan sama Aku kecuali ĺagi haid.” “Ngapain Mba?” Tanya Ibra sok polos, “Ya… bagaimana suami istri.” “Tiap malam?” Iba meyakinkan pertanyaannya. Belvara mengangguk yakin sambil menatap Ibra dengan wajah datar.Ibra berdecak kesal, kakinya refleks menendang udara, terkekeh sarkas, menahan gelenyar di dadanya.“Pak Hagan bakal nikah sama Bu Ayana, bagaimana sama Kamu, Mba? Cuma istri siri, bisa ditinggalkan kapan saja.” Rasa kesal atas hubungan Belvara dan Hagan, membuat Ibra berujar seenak ji

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   77. Perjodohan yang menyiksa

    Masih dengan memegangi gagang pintu, Belvara berpikir untuk mencari alasan yang masuk akal agar Ayana percaya. “Maksud Non Ayas, tadi kita lagi main Mama-mamaan dan Saya Mama dari boneka yang lagi di mainin Non Ayas,” jelas Belvara berdusta.Dan Ayas pun menutup mulutnya, ia sadar sudah salah memanggil Belvara di depan Ayana.Di sana terlihat Miranti pun menghampiri Ayas, dan merangkul cucunya itu. “Ayas, Kamu boleh kok panggil tante Ayan ini Mama, karena sebentar lagi juga dia akan jadi Mama Kamu.”Ayas menatap Ayana lekat-lekat, dengan wajah datar tak menampilkan ekspresi apapun. “Aku udah punya Mama, Kok Oma.”Miranti tertawa sumbang. “Kamu memang belum mengerti, Sayang.”“Udah lah, Bu. tidak perlu memaksakan Ayas, nanti pun dia akan ngerti sendiri, timpal Ayana. “Tapi, Bu, setelah Aku resmi jadi istri Mas Hagan pengasuh itu biar diberhentikan saja.”“Loh, kenapa? Dia bisa bantu urus Ayas kalau Kamu repot sama kerjaan.”“Aku kurang nyaman sama dai, Bu. yang ada nanti Ayas akan mala

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   76. Kemana Hagan?

    Pintu itu pun dibuka Ayas dan anak itu sedikit mematung di ambang pintu. “Loh, Papa gak ada?”“Mungkin Papa sudah berangkat,” jawab Belvara seraya menenangkan. “Ayo ganti baju dulu.”Pintu kamar Hagan kembali Ayas tutup perlahan, bibir anak itu sedikit meruncing. “Kok, Papa berangkatnya gak pamit dulu sama Ayas?”“Ada yang perlu segera di kejakan, mungkin.” Dalam hati Belvara pun penuh tanya, kemana sebenarnya Hagan? Apa polisi membawanya saat langit bahkan masih gelap? Seperti buronan saja. Atau sebenarnya kesalahan Hagan cukup banyak? Hingga polisi berjaga saat langit masih gelap?Setelah mengganti seragam sekolahnya yang sempat ia kenakan tadi, Ayas kembali mengenakan pakaian santai rumahan, bermain slime bersama Belvara.Meski ia sedang menemani Ayas Bermain namun pikirannya seolah terus bertanya kemana Hagan? Apa iya di kantor polisi atau ada di kantor yayasan? Hingga ia menatap kosong slime yang ia remas-remas, tak mendengarkan Ayas mengoceh.“Ma, ke kantor Papa yuk.” Ajakan A

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   51. Pagi yang canggung

    Suara kicauan burung dan sinar matahari pagi yang hangatnya menembus dinding tenda tak mampu membuat sepasang orang dewasa yang semalam mengeluarkan peluh bersama itu terbangun, lelahnya peraduan mereka tak bisa ia hindarkan. Hingga Ayas yang lebih dulu terbangun, ia mendapati Hagan dan Belvara ter

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   50. Saling melepas kenikmatan

    Bab 50Segera tangan Belvara menyilang di depan dada, menutupi putingnya yang terlihat kuncup dibalik kemeja milik Hagan yang berbahan linen. Ia pun segera berbalik badan dan kembali kedalam tenda.Degup jantungnya menderu tak beraturan, ia duduk di sofa minimalis yang sedikit panjang hanya muat du

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   48. Tenda khusus

    “Pak.” Suara Belvara memecah keheningan di dalam mobil.“Iya?” Hagan sekilas menatap Belvara dari spion dalamnya dengan wajah datar, kemudian kembali fokus pada jalanan di hadapannya.“Kenapa Bapak bisa tahu kalau pelayan tadi yang mencoba sabotase, Aku?”“Banyak CCTV di rumah, yang Saya pasang sec

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   47. Kamu ketahuan

    Bab 47Langkah para pelayan tergesa, tak ada satu pun dari mereka yang berani mendongakkan kepala, semuanya menunduk, berdiri berjajar di ruang makan.Hagan memutar tubuhnya, sebelah tangan bersandar di meja makan, tatapannya mengintimidasi, menatap satu persatu pelayan di sana.Dalam keheningan ru

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status