Share

Bab 25

Penulis: Djulitas
last update Tanggal publikasi: 2026-05-22 09:58:49

“Tuan…” pangil Belvara teramat lirih. “Saya mohon, jangan apa-apakan Aku.”

Pria bertopeng itu tertawa. “Kamu sudah Aku bayar dari orang yang membawamu kesini. Jika tidak Saya apa-apakan, lantas apa yang Saya dapatkan. Kerugian?”

“Aku mohon, Tuan.” Belvara berlutut di kaki pria bertopeng itu. Semakin dekat mereka, semakin Belvara mencium wangi yang tidak asing di indra penciumannya.

‘Wangi parfumnya? Seperti… ah, pasti banyak laki-laki yang pakai parfum itu.’

Pria itu menunduk, berjongkok agar m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   83. Dibalik gundukan celana

    Udara di dalam Klinik selalu terasa lebih dingin dari yang seharusnya. Begitu pintu kaca bergeser terbuka, aroma khas yang menusuk hidung langsung menyergap—perpaduan antara tajamnya cairan antiseptik, kapas steril, dan samar-samar wangi bedak bayi dari resep racikan dokter. Tempat ini adalah ruang tunggu tempat waktu seolah berjalan lebih lambat, tempat orang-orang menggantungkan kesembuhan.“Nyonya Belvara,” panggil seorang petugas kesehatan.Belvara segera berdiri, melangkahkan kakinya, dan menghampiri petugas yang memanggil namanya. “Iya, Saya sendiri.”Petugas itu mengulurkan beberapa lembar obat yang sudah di bungkus dengan masing-masing plastik klip, tertulis jenis obat dan berapa kali pemakaian. Petugas itu pun menjelaskan, yang di dengarkan dengan seksama oleh Belvara, meski kepalanya masih terasa berat, ia paksakan untuk tetap kuat.Setelah obat ia terima, Belvara pun berbalik badan. Sesaat ia mematung, menatap sekeliling, banyak orang datang ke klinik ditemani pasangannya,

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   82. Kecoklatan dan mengkilap

    Ia menghela nafas kasar, masih dengan posisi berjongkok, bahkan celana dalam yang ia kenakan pun belum ia rapikan dan dipakai kembali dengan benar.Tesepk itu menampilkan hasil garis satu, hasil yang sangat ia harapkan, dan dengan cepat ia membenarkan pakaian bawahnya.Belvara memotret hasil tespeknya, dan mengirim hasilnya pada Hagan. “Negatif kan, Pak. Aku gak hamil.” Belvara mengusap-usap dadanya, jantungnya kembali berpacu normal. ‘Berarti Aku cuma masuk angin atau mungkin maag karena sering telat makan.’ Ia keluar dari kamar mandi berjalan perlahan, dengan kedua tangan memegangi perutnya yang ia rasa masih kembung. Membuatnya kembali mengirimi Hagan pesan. “Pak, izin istirahat di kamar, ya. Sepertinya Aku sakit.” Belvara kirimkan pesan itu setelah ia kembali ke kamarnya dan duduk di tepi ranjang.‘Tapi kenapa bisa telat datang bulan sampai dua minggu? Biasanya Aku gak pernah kayak gini, apa karena Aku ikut stres sama masalah Pak Hagan, ya?’ Belvara menggelengkan kepala, kemudi

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   81. Mual hebat

    Belvara menelan ludah, menatap Ayas dengan tatapan nanar dan sedikit terkejut, nafasnya masih terengal-engal karena mual. ‘Gak! Jangan sampai Aku hamil dalam situasi seperti ini.’ Sangkalnya dalam batin, ia masih menutup mulutnya dengan telapak tangan.Hagan pun datang, dengan alisnya yang sedikit bertaut, matanya menyipit sejenak seolah sedang mencerna apa yang baru saja ia lihat. “Belvara.” Sapanya ketika melihat Belvara baru saja keluar dari kamar mandi.Perempuan itu meremas pakaian tepat di bagian perutnya, dan rasa tidak enak di perut kembali ia rasakan, membuatnya segera berlari lagi ke kamar mandi.“Kenaoa?” Tanya Hagan pada sang anak.Ayas menggeleng ragu. “Apa Mama hamil?”Jantungnya berdegup lebih kencang, ia melengkah segera menyusul Belvara ke kamar mandi. “Benar yang Ayas katakan?” Belvara mengusap mulutnya dengan air di wastafel kamar mandi, sejenak ia memejamkan mata menetralkan rasa mual yang kini mulai menjalar di kepala, membuatnya semakin pusing.Hagan semakin me

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   80. Maag atau hamil?

    Ayas bersembunyi di balik tubuh Belvara, memeluk pinggangnya erat-erat, an membenamkan wajahnya di punggung perempuan itu, saat masa mengerubungi kediamannya, beberapa orang yang berdemo mencoba menerobos masuk, security berjaga ketat di sana, namun banyaknya masa tidak sebanding dengan banyaknya penjagaan security kediaman mewah itu.Hagan memijat pelipisnya berulang kali, mondar-mandir tanpa arah dan tujuan, seolah mencari cara pintas dari masalah yang saat ini ia hadapi. “Semakin hari bukan semakin redup rumor itu, kenapa malah semakin melejit!” gerutunya, rahangnya terlihat kaku dengan tangan yang mengepal di samping tubuhnya.Belvara yang berada di ruang tengah bersama Hagan juga Miranti hanya bisa diam, dan terus memeluk Ayas yang sedang ketakutan, tiap kali suara keras menggema dari luar. Rasanya hari ini, Belvara sedikit kurang sehat, apa pun yang ia lihat seperti berputar tanpa henti, kendati begitu, ia harus tetap terlihat kuat dan sehat, meski wajahnya kini lebih pucat dar

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   78. Menikung

    “Sebenarnya berawal dari apa kasus ini, Mas?” tanya Belvara, sambil mengusap helaian rambutnya kebelakang. Ibra menunduk, sesekali matanya mencuri pandang pada perempuan di hadapannya. “Engh… ya gimana Mba, kalau ternyata bukti lebih meyakinkan.” Belvara terhentak, dahinya berkerut dalam, bagaimana bisa, asistennya terdengar lebih percaya pada rumor yang beredar. “Loh, Mas Ibra kan paling dekat sama Pak Hagan, harusnya tahu dong, Mas. Gak mungkin Pak Hagan begitu, tiap malam gak ada absen Pak Hagan sama Aku kecuali ĺagi haid.” “Ngapain Mba?” Tanya Ibra sok polos, “Ya… bagaimana suami istri.” “Tiap malam?” Iba meyakinkan pertanyaannya. Belvara mengangguk yakin sambil menatap Ibra dengan wajah datar. Ibra berdecak kesal, kakinya refleks menendang udara, terkekeh sarkas, menahan gelenyar di dadanya. “Pak Hagan bakal nikah sama Bu Ayana, bagaimana sama Kamu, Mba? Cuma istri siri, bisa ditinggalkan kapan saja.” Rasa kesal atas hubungan Belvara dan Hagan, membuat Ibra berujar s

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   78. Menikung

    “Sebenarnya berawal dari apa kasus ini, Mas?” tanya Belvara, sambil mengusap helaian rambutnya kebelakang.Ibra menunduk, sesekali matanya mencuri pandang pada perempuan di hadapannya. “Engh… ya gimana Mba, kalau ternyata bukti lebih meyakinkan.”Belvara terhentak, dahinya berkerut dalam, bagaimana bisa, asistennya terdengar lebih percaya pada rumor yang beredar. “Loh, Mas Ibra kan paling dekat sama Pak Hagan, harusnya tahu dong, Mas. Gak mungkin Pak Hagan begitu, tiap malam gak ada absen Pak Hagan sama Aku kecuali ĺagi haid.” “Ngapain Mba?” Tanya Ibra sok polos, “Ya… bagaimana suami istri.” “Tiap malam?” Iba meyakinkan pertanyaannya. Belvara mengangguk yakin sambil menatap Ibra dengan wajah datar.Ibra berdecak kesal, kakinya refleks menendang udara, terkekeh sarkas, menahan gelenyar di dadanya.“Pak Hagan bakal nikah sama Bu Ayana, bagaimana sama Kamu, Mba? Cuma istri siri, bisa ditinggalkan kapan saja.” Rasa kesal atas hubungan Belvara dan Hagan, membuat Ibra berujar seenak ji

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   63. Perhatian kecil

    Satu tahun kemudanDi dapur yang bergaya eropa, dengan meja berlapis marmer, di terangi cahaya temaram dari sudut-sudut lemari yang menempel di dinding. Malam itu, para pelayan dan koki pilihan Nyonya besar sedang sibuk mempersiapkan hidangan makan malam.Belvara baru saja datang, membawa gelas kot

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   62. Di ruangan kedap suara

    Hagan mendorong tubuh Belvara, hingga perempuan itu terjerembab di atas ranjang, lingerie yang dikenakannya seakan memancing Hagan untuk berbuat lebih cepat. Tubuh Belvara kini tertindih tubuh Hagan yang bak seperti titan, belvara bisa merasakan nafas pria itu yang membenamkan wajah di lehernya.“

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   61. Berendam terlalu lama

    ‘Kan gak mungkin Aku pakai lingerie ini depan Ayas,’ ucapnya. Ia menepuk jidat.Lingerie berbahan halus dan sangat tipis, dengan tali lidi di bagian bahunya,juga bagian belakang yang terbuka, akan menampilkan pemandangan indah punggungnya, jika nanti ia kenakan. Sesaat ia membayangkan, bagaimana na

  • Istri Rahasia Tuan Hagan   60. Resmi jadi Ny.Hagan?

    Pernikahan mereka terjadi di apartemen milik Hagan, yang kepemilikannya tidak diketahui keluarga.Bukan pernikahan pada umumnya, dimana penganti akan duduk di atas pelaminan, menggunakan baju pengantin dan segala riasan di wajah, ruanganan yang dihiasi penuh bunga disertai dengan lampu-lampu yang m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status