"Helena terkenal sangat licik dan tidak ragu menggunakan cara kotor demi mengamankan posisinya, Tuan," peringat Bram lugas. "Dia menganggap keberadaan Nona Sasa sebagai ancaman langsung bagi reputasi dan hak waris tunggal putranya, Kenzo." Javendra terkekeh pelan, sebuah kekehan dingin tanpa humor sedikit pun. "Biarkan wanita tua itu melacak apa pun yang dia mau. Tapi pastikan dia paham batas wilayahnya." Javendra tegak berdiri, menatap Bram dengan pandangan tajam penuh komando. "Perketat penjagaan di seluruh area Mansion Maheswara mulai detik ini," perintah Javendra tanpa ragu. "Tambah personel pengawal di pintu masuk, area privat, sampai tim medis yang merawat Bu Andini. Saya tidak mau ada lalat asing yang lolos masuk, sekecil apa pun itu." "Baik, Tuan Javen. Instruksi akan langsung dilaksanakan," jawab Bram tegas. "Bagaimana dengan pengawalan Nona Sasa jika harus keluar mansion?" "Gandakan tim pengawal rahasia," sahut Javendra cepat. "Setiap kali Sasa melangkah keluar dari ger
Magbasa pa