Atmosfer di dalam ruang VIP lantai empat hotel terasa begitu hening dan berat. Pintu tebal berpelapis kedap suara telah terkunci rapat dari dalam. Di dalam ruangan mewah tersebut, Javendra duduk anggun di sofa utama, merengkuh pinggang Sasa yang duduk di sampingnya. Di hadapan mereka, Aldebaran duduk di sofa tunggal dengan jemari yang saling bertaut kaku. Bu Andini berada di sebelah sofa Aldebaran, menundukkan kepala dalam-dalam di atas kursi rodanya. Javendra menyandarkan punggungnya secara tenang, menatap Aldebaran dengan pendar mata yang amat dingin dan menuntut. "Acara di bawah sudah selesai, Tuan Aldebaran," tegur Javendra dengan suara berat dan sangat rendah. "Lunasi janji Anda sekarang. Jelaskan semuanya dari awal." Sasa memegang erat pergelangan tangan Javendra, menatap Aldebaran dengan pendar mata yang dipenuhi rasa kebingungan yang teramat besar. Aldebaran menghembuskan napas panjang yang terasa sangat sesak dari dadanya. Pria tua itu memejamkan mata sejenak, membi
Read More