[WARNING - MATURE CONTENT] Kamar utama semakin terasa panas, seolah udara di dalamnya ikut membara. Cahaya lampu tidur yang redup membiaskan siluet dua tubuh yang sudah saling menempel tanpa jarak. Napas berat Javendra bercampur dengan helaan napas Sasa yang masih tak beraturan, masih terbawa cumbuan intens sebelumnya. Javendra menatap dalam manik mata Sasa yang redup, penuh binar gairah. Jemari besarnya merayap pelan menyusuri lekuk pinggang istri, menahan tubuh mulus itu dengan usapan hangat yang tegas. “Mas…” bisik Sasa serak, suaranya manja dan pasrah. Senyum tipis Javendra muncul, sarat dominasi. Tanpa melepaskan pandangan, ia menggenggam pinggul Sasa lalu membalik posisi mereka dengan gerakan lambat, terkontrol. Kini Sasa duduk di atas tubuh tegap suaminya. Tubuh mulusnya terduduk di paha kekar Javendra, sementara pria itu bersandar santai di tumpukan bantal, dada bidangnya terekspos sempurna di bawah cahaya keemasan. “Sekarang giliranmu yang memegang kendali, Sayang,” bis
Magbasa pa