Sesampainya di depan barisan kendaraan, Profesor Wahyu menghentikan langkahnya tepat di samping mobil sedan putih miliknya. Ia menoleh ke arah Satrio, lalu beralih menatap sedan mewah hitam metalik milik pemuda itu yang berkilau di bawah sinar matahari siang menjelang sore itu. "Wah, Satrio, mobilmu ini benar-benar luar biasa," puji Profesor Wahyu dengan binar mata kagum. "Melihatmu sukses seperti ini, rasanya keputusanku merekomendasikanmu ke Shine Group tiga bulan lalu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kulakukan sebagai seorang pendidik." Satrio tersenyum membumi, menundukkan kepalanya sedikit. "Semua ini tidak akan pernah terjadi tanpa berkah bimbingan dan kepercayaan dari Profesor. Saya hanya buruh yang beruntung diberikan jalan oleh Bapak." Profesor Wahyu terkekeh bangga, menepuk pundak Satrio dengan hangat. "Kamu tidak hanya beruntung, Satrio. Kamu gigih. Itu yang membedakanmu dari mahasiswa lain. Oh ya, karena rumahku tidak terlalu jauh dari sini, bagaimana kalau kam
اقرأ المزيد