Koridor lantai utama Shine Group siang itu tampak sibuk, namun bagi Satrio, waktu di sekitarnya bergerak lambat, tunduk pada ritme langkah kakinya. Di lobi divisi IT, Satrio menghentikan langkah saat Adirah berjalan mendekat membawa map laporan keuangan bulanan."Satrio, ini berkas yang perlu kamu tanda tangani untuk rilis anggaran server baru," ujar Adirah, menyisipkan anak rambutnya ke belakang telinga. Matanya berbinar dengan binar kekaguman yang dalam, efek laten dari pesona giok yang pernah menguncinya."Sini, biar aku lihat, Mbak" jawab Satrio lembut, melangkah satu tindak lebih dekat.Namun, sebelum jemari Satrio menyentuh map tersebut, derap langkah sepatu hak tinggi yang tergesa memecah jarak di antara mereka. Manda tiba-tiba muncul dari arah koridor ruang kesehatan. Wajah dokter muda itu tampak tegang, tatapannya langsung tertuju tajam pada Adirah dengan binar cemburu yang tak lagi bisa disembunyikan."Satrio, jadwal vitamin dan suplemen pasca-pemeriksaanmu sudah siap di mej
Read more