Melihat tindakan berani Ayunda yang mencoba mendekati dan merayu Satrio tepat di depan matanya, emosi Debby seketika menyala. Rasa cemburu yang membakar dadanya membuat genggaman tangannya di lengan Satrio semakin mengencang, seolah menegaskan tanda posesif yang berlebihan.Debby langsung memasang tubuhnya di depan Satrio, memotong jarak pandang Ayunda dengan tatapan mata yang sangat menusuk. "Dia Satrio, Ayunda. Dan dia datang ke sini bersamaku, sebagai pasanganku malam ini. Jadi, kurasa kamu tidak perlu mengenalnya lebih jauh dari yang seharusnya," sahut Debby dengan nada suara yang dingin, ketus, dan sarat akan peringatan tegas tak ingin miliknya diusik.Ayunda tidak mundur selangkah pun. Ia justru menarik sudut bibirnya, membentuk senyuman tipis yang memprovokasi. Ia melirik tangan Debby yang meremas lengan jas Satrio, lalu kembali menatap mata tajam Satrio dengan binar menantang dan penuh godaan."Oh, benarkah? Pesta ini terbuka untuk siapa saja, Debby. Dan sebagai tuan rumah ya
続きを読む