Hari itu Satrio pulang dari kantor larut malam. Di dalam kamar kosnya yang sederhana, Satrio duduk di tepi ranjang dengan kedua tangan memijat pelipisnya sendiri. Denyut di kepalanya terasa begitu kencang. Di satu sisi, ia harus mempertahankan performa jenius dalam mengeksekusi proyek sistem jaringan terintegrasi Shine Group yang kian mendekati tenggat waktunya. Di sisi lain, ia harus menenangkan kelompok wanita di sekitarnya, menjinakkan kecemburuan Maya, Selina, Adirah, belum lagi bayang-bayang Debby, Ranty dan Sisilia, telah menguras energi mentalnya hingga ke titik puncak. Menjadi sang pemikat di tengah pusaran intrik korporasi ternyata membutuhkan perhitungan yang cukup melelahkan.Satrio menghela napas panjang, lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur tipis. Ia menatap langit-langit kamar yang remang. Di bawah kaus oblongnya, liontin giok misterius itu mendadak bergetar pelan. Kehangatannya yang biasa stabil kini berubah menjadi desiran aneh yang merayap naik ke lehernya.Sedetik
続きを読む