"Kamu... istriku?" Nora mematung di tempatnya berdiri, lidahnya mendadak kelu seperti terkunci. Pertanyaan itu lolos dari bibir pucat pria itu begitu saja, tanpa keraguan, meluncur bersama napasnya yang berat. Ruangan yang sedari tadi pengap oleh bau obat-obatan mendadak terasa makin menghimpit dada Nora, membuatnya kesusahan untuk sekadar menarik oksigen. Pria itu... amnesia? Akal sehat Nora menjeritkan alarm bahaya. Ia ingin berteriak, menggeleng, atau mengatakan yang sebenarnya bahwa pria di ranjang itu adalah orang asing yang malam tadi datang seperti malaikat maut untuk suaminya. Namun, tatapan Ronan mengunci pergerakannya. Sepasang mata elang yang malam lalu terlihat begitu dingin dan mematikan di bawah guyuran hujan, kini menatapnya dengan binar yang sama sekali berbeda. Ada rasa bingung yang kentara di sana, bercampur dengan setitik rasa bersalah yang amat dalam. Sebelum Nora sempat bersuara untuk meluruskan—atau entah memperpanjang kebohongan yang telanjur bergu
Last Updated : 2026-05-03 Read more