Ronan tidak bisa menahannya, dia butuh orang lain untuk berdiskusi. Dia tidak bisa melakukannya sendiri, tidak ditengah ingatannya yang tidak tersisa. Dan satu-satunya orang yang melintas di kepalanya adalah Thomas. Pria tua itu yang paling bisa dia percaya saat ini. Dia yakin Thomas bisa berpikir bijak, tanpa menghakimi. Walau kemungkinan besar Thomas membencinya. Satu yang Ronan inginkan, dia harap Thomas dan istrinya bisa membantu Nora dan Matt. Jika sesuatu yang buruk menimpanya. "Pondok tempat lebah itu ternyata cukup jauh," ucap Thomas. "Maaf, tapi apa yang ingin aku katakan cukup sensitif untuk didengar orang lain," jawab Ronan pelan. "Aku cukup kagum dengan diriku yang tua ini. Pemuda yang terlihat sangat bisa diandalkan seperti mu, membutuhkan pendapat ku." "Hanya anda yang saya tahu bisa membantu saya, sir." Ronan tersenyum tipis. Thomas mengerling kepadanya, lalu tertawa. "Andai kamu seperti ini sejak awal. Aku yakin kita bahkan sudah bisa bertelepati,"
Read more