Home / Romansa / Suami Palsuku / Bab 17 Datang

Share

Bab 17 Datang

Author: Ayuu
last update publish date: 2026-06-04 14:51:26

Sebagian dari Ronan berharap Nora menolak. Agar akal sehatnya yang sudah tertutup kabut kembali jernih lagi. Agar dia bisa membangun batas itu lagi.

Sedang di sisi lain, Nora sudah menyerah pada hasrat. Ia tahu bahwa keserakahan yang ada pada dirinya tumbuh semakin besar setiap waktu. Pria misterius -yang sekarang jadi suaminya- membangkitkan semua rasa yang Nora kira sudah mati.

Bukan hanya karena wajah pria ini yang tampan, atau tubuhnya yang atletis. Tapi tentang sikap lembut, dan perhatia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Palsuku   Bab 21 Kelompok Pemburu

    Kediaman Marquess Hildergar tidak semegah yang Ronan bayangkan. Kastil tua itu berdiri di tengah hutan. Jauh dari desa dan kediaman Ronan. Lebih sunyi dari tempat tinggalnya. Ronan mengikuti langkah Thomas. Mereka disambut beberapa pelayan -yang tampak sudah akrab dengan Thomas. Ronan masih mengikuti langkah Thomas dalam diam. Mereka menyusuri jalan dari gerbang besi besar ke arah pintu kastil. Panas terik matahari menyelimuti seluruh badan Ronan. Setetes keringan meluncur dari pelipisnya. Berbeda dengan atmosfer diluar kastil, di dalam kastil Ronan merasa panas matahari yang tadi dia rasa hilang bersama dengan angin yang menyertai langkah kakinya. Semakin Ronan melangkah, hawa dingin semakin dia rasakan. Dinding kastil dipenuhi ornamen kuno, dan lukisan. Di sepanjang lorong yang Ronan lintasi berjajar patung-patung tanah liat. Mereka menaiki tangga, hingga lanyai ke 4 -Ronan menghitung dalam diam. Sampai pelayan mereka berhenti di sebuah pintu kayu Mahogany berpelitur mewah."Si

  • Suami Palsuku   Bab 20 Pemburu

    "Jadi pemburu?" Nora menatap lekat suaminya. Ada yang aneh, Nora tahu Ronan menyembunyikan sesuatu. Beberapa hari ini dia bersikap terlalu kaku, terkadang ekspresinya datar, seperti sedang melamun. Ada yang pria ini pikiran. Nyatanya, Nora sudah mencoba mencari tahu. Tapi saat Ronan menggelengkan kepala dan berkata jika dia baik-baik saja, atau tidak ada apa-apa. Membuat Nora sadar jika ada rahasia yang Ronan simpan darinya.Dan hari ini, tiba-tiba saja Ronan meminta izin untuk menjadi pemburu. Bukan Nora tidak percaya pada kemampuan Ronan. Hanya saja alasan dibalik itu membuat Nora mau tidak mau merasa khawatir. Khawatir jika kebohongannya akhirnya terkuak. Khawatir jika Ronan terus memegang senjata ingatannya kembali sedikit demi sedikit. "Jujur saja, soal ternak madu itu. Aku tidak yakin bisa melakukannya," ucap Ronan pelan. Membuyarkan kabut yang berkemelut di dalam kepala Nora."Tapi... bukankah itu pekerjaan berbahaya?" Nora mengernyitkan keningnya. Mencoba bersikap normal.

  • Suami Palsuku   Bab 19 Buronan

    Ronan tidak bisa menahannya, dia butuh orang lain untuk berdiskusi. Dia tidak bisa melakukannya sendiri, tidak ditengah ingatannya yang tidak tersisa. Dan satu-satunya orang yang melintas di kepalanya adalah Thomas. Pria tua itu yang paling bisa dia percaya saat ini. Dia yakin Thomas bisa berpikir bijak, tanpa menghakimi. Walau kemungkinan besar Thomas membencinya. Satu yang Ronan inginkan, dia harap Thomas dan istrinya bisa membantu Nora dan Matt. Jika sesuatu yang buruk menimpanya. "Pondok tempat lebah itu ternyata cukup jauh," ucap Thomas. "Maaf, tapi apa yang ingin aku katakan cukup sensitif untuk didengar orang lain," jawab Ronan pelan. "Aku cukup kagum dengan diriku yang tua ini. Pemuda yang terlihat sangat bisa diandalkan seperti mu, membutuhkan pendapat ku." "Hanya anda yang saya tahu bisa membantu saya, sir." Ronan tersenyum tipis. Thomas mengerling kepadanya, lalu tertawa. "Andai kamu seperti ini sejak awal. Aku yakin kita bahkan sudah bisa bertelepati,"

  • Suami Palsuku   Bab 18 Surat

    Ronan menatap selembar kertas yang dia gengam. Pagi ini saat dia berada di desa -untuk membeli keperluan rumahnya, seorang petugas pos memberitahunya tentang surat yang tidak kunjung dia atau Nora ambil. Ronan tidak merasa perlu menanyakan alasan kenapa petugas pos itu tidak langsung mengantarkan surat itu ke kediamannya. Sudah merasa sangat normal dengan situasi ini.Jadi dengan patuh, dia mengikuti petugas pos itu. Mengambil surat yang tertera namanya sebagai penerima -Alex Wilmington."Mulai hari ini, bisa anda antarkan surat-surat saya langsung ke kediaman saya?" tanya Ronan sebelum dia keluar kantor pos."Dengan senang hati , Tuan." Petugas pos itu menjawab sopan. Sepanjang perjalanan pulang, Ronan merasa bimbang. Apa dia harus memberikan surat ini pada Nora. Apa istrinya tahu, dengan siapa dia berkirim surat selama ini? Bagaimana reaksi Nora? Entah kenapa firasatnya buruk. Dia tidak ingin jarak antara dia dan istrinya kembali melebar. Di pertigaan jalan setapak menuju rumahn

  • Suami Palsuku   Bab 17 Datang

    Sebagian dari Ronan berharap Nora menolak. Agar akal sehatnya yang sudah tertutup kabut kembali jernih lagi. Agar dia bisa membangun batas itu lagi. Sedang di sisi lain, Nora sudah menyerah pada hasrat. Ia tahu bahwa keserakahan yang ada pada dirinya tumbuh semakin besar setiap waktu. Pria misterius -yang sekarang jadi suaminya- membangkitkan semua rasa yang Nora kira sudah mati. Bukan hanya karena wajah pria ini yang tampan, atau tubuhnya yang atletis. Tapi tentang sikap lembut, dan perhatian yang Nora terima darinya. Bagaimana Nora bisa berkata 'tidak' saat pria itu bertanya pendapatnya. Hal yang tidak pernah Nora dengar dari Alex Wilmington -suaminya. Nora mencengkram bagian depan baju Ronan dengan kedua tangan. Wajahnya menengadah, menatap mata sayu Ronan. Mata hitam yang selalu menarik Nora untuk lebih mendekat. Ada gurat merah muda samar di pipi Ronan yang tegas. Nora mengangkat sebelah tangannya, membelai rahang Ronan, merasakan bulu janggut tipis, dan kasar di rahangnya ya

  • Suami Palsuku   Bab 16 Pohon Asam

    "Hai sayang... Ini ayah nak," suara Ronan bergetar saat mengucapkannya. Ia merasa sangat emosional. Ronan menelan ludahnya gugup. Dia menatap wajah Nora lagi. Dan lega karena tidak ada ketegangan yang terlihat disana. "Dia berhenti bergerak," ucap Ronan pelan. "Dia tertidur," jawab Nora diiringi tawa pelan. "Boleh aku menyapanya lagi kalau dia bangun?" "Tentu saja. Kau boleh melakukannya Alex. Kapanpun," jawab Nora tenang. Jawaban dari Nora membuat Ronan melayang. Seperti dia mendapatkan sanjungan. Bersyukur karena hubungannya dengan Nora akhirnya maju ke arah yang lebih baik. "Sekarang bisa kau berdiri dan bantu aku? Punggung ku sudah tidak nyaman," ucap Nora lagi. Dengan gerakan cepat Ronan berdiri dan menjulurkan tangannya untuk membantu Nora bangun. Dia seperti tembok kokoh saat Nora berusaha mengangkat tubuhnya sambil berpegangan padanya. Tidak bergerak sedikitpun. Tidak digerakan apapun. Seakan kakinya menancap ke dalam lantai. "Apa kau terbuat dari besi?" Canda Nora sam

  • Suami Palsuku   Bab 14 Keledai Abu-abu

    Ronan bersumpah tidur di atas kain linen tipis di kamarnya lebih baik daripada tidur di atas tumpukan jerami di kandang keledai ini. Seratus kali lebih baik terbangun melihat wajah pulas Nora yang mulutnya sedikit terbuka saat mendengkur daripada melihat keledai abu-abu bergelung.Ronan tertawa kec

  • Suami Palsuku   Bab 12 Asap Lebah

    Ronan entah kenapa mengikuti cara berjalan Nora yang mengendap. Dia memegang goni terbakar yang diikat pada ranting. Asap putih mengelilingi mereka berdua sejak mereka keluar dari pondok. Topi jaring Ronan tidak menghalangi pandangannya. Tanpa sadar tangannya terjulur untuk memegang tangan Nora. W

  • Suami Palsuku   Bab 11 Pangeran Lebah

    Nora melihat Ronan melambai dari gerbang rumah mereka. Senyum Ronan semakin lebar saat menangkap Matt yang berlari ke arahnya. Pria itu berjalan mendekat sambil memangku Matt. Nora -anehya- bisa menangkap sesuatu yang tidak biasa dari Ronan. Pandangan Nora menjelajahi suaminya itu. Keningnya berk

  • Suami Palsuku   Bab 10 Lebah dan Senapan

    Ronan menatap deretan buku yang berjajar di dalam rak. Mata hitamnya kian menajam saat membaca satu persatu judul buku yang ada disana. Mencari buku tentang lebah dan madu. "Apa anda sudah menemukan buku yang anda cari?" tanya seorang wanita muda dengan riasan wajah yang cukup berlebihan. Rona

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status