Keesokan harinya, Alessandro dan Livia tiba di pusat perbelanjaan terbesar dan paling mewah di seluruh Spanyol. Begitu masuk, mata Livia langsung berbinar melihat deretan barang-barang yang terpajang di etalase.“Wah, tempat ini benar-benar luar biasa,” seru Livia sambil menoleh ke kiri dan kanan dengan penuh kekaguman.Alessandro berjalan di sampingnya, tangan kanannya tergantung di saku celana, sementara tangan kirinya melingkar di pinggang sang istri. Ia tersenyum melihat ekspresi gembira itu.“Lihat apa pun yang kau suka. Jangan ragu untuk menunjuknya, semuanya kita bawa pulang,” ucap Alessandro. Mendengar hal itu, Livia pun tidak sungkan lagi. Ia berjalan dari satu toko ke toko lainnya, sesekali berhenti dan menunjuk gaun, sepatu hak tinggi, hingga perhiasan yang berkilauan. Setiap kali ia bertanya, “Bagaimana yang ini, Ale? Bagus tidak?” atau “Kita ambil yang ini juga ya?”Alessandro selalu menjawab tanpa ragu.“Bagus, cocok sekali untukmu. Ambil saja,” jawabnya, tidak pernah
더 보기