"Kamu yakin?" Hadiwijaya bertanya."Yakin. Luna gak mau jadi ratu. Dia gak mau punya saingan.""Jadi raja gak harus punya selir. Lihat Kakek. Satu saja sampai maut memisahkan.""Gak, Alfa gak mau ngecewain dia lagi. Sudahlah Kek, misi Alfa belum kelar. Jangan suruh mikirin tahta. Suruh Kaisar yang naik tahta. Sudah sesuai itu namanya.""Idih, kenapa juga aku dibawa-bawa." Yang disebut namanya angkat bicara, protes. Seorang pria seumuran Alfa tapi tampilannya lebih paripurna. Meski tengilnya sebelas dua belas dengan Alfa."Jadilah raja, nanti tak modalin rumah sakitnya, bagaimana?""SkyTech launchingkah?" Bisik Kaisar yang duduk di sebelah Alfa."Dua bulan lagi.""Dua puluh lima persen.""Dasar rampok!" Maki Alfa tanpa ragu.Bahkan di depan kakeknya yang notabene seorang raja. Tingkah Alfa sama sekali tidak berubah. Selengekan, seperti orang yang tidak tahu aturan."Jangan menipu kami, Al. Meski kamu berubah jadi berandalan kelas kakap sekalipun, kami tahu jika kamu tetaplah anak yang
閱讀更多