Kevin dan Luna lekas menjauhkan diri begitu melihat Erwan. Dua orang itu menatap tajam pada pria yang usianya lumayan jauh di atas mereka. "Bapak pasti sudah salah dengar. Bercinta? Iya, saya suka melakukannya, tapi bukan dengan Luna.""Alah, tidak perlu berbohong. Rahasia ini aman di tanganku. Aku akan tutup mulut."Erwan membuat gerakan tutup mulut dengan tangannya. Kevin dan Luna seketika saling pandang begitu melihat ekspresi tak biasa dari Erwan. Bisa dipastikan jika lelaki itu punya niat tidak baik."Dia pasti nyebarin gosip," kata Luna setelah Erwan menghilang dari pantry sambil bersiul riang."Bagaimana usahamu untuk menyogoknya hari itu?" Kevin balik bertanya."Gagal, dia tidak mau mengkhianati tuannya. Padahal aku sudah kasih bayaran dua kali lipat."Kevin terbahak mendengar jawaban Luna."Ada yang salah?""Cuma kamu bayar dua kali lipat. Mana ada yang mau. Dengar ya, orang macam Erwan, selain dapat uang. Dia juga dapat hal lain, makanya susah berpaling.""Hal lain? Maksudn
閱讀更多