Anggi dan Luna syok mendengar permintaan Rina. Tapi tidak dengan Alfa. Lelaki itu tetap tenang, dingin, datar. Sikapnya tidak tertebak sama sekali. Apa yang Alfa pikirkan saat ini, tak seorangpun tahu."Pak."Luna menyentuh ragu jari tangan Alfa di bawah sana. Pria itu hanya menoleh sejenak. Sangat singkat, tapi cukup untuk membuat Alfa tahu. Kalau Luna jelas tak rela.Sebagai balasan, Alfa menautkan kelingkingnya di jari manis Luna. Tempat cincin pernikahan Luna melingkar manis di sana.Gadis itu terkesiap, jantungnya berdebar kencang. Untuk kesekian kali, Luna dibuat jantungan oleh sentuhan kecil dari Alfa."Na, kamu jangan gila. Pak dosen tidak ada hubungannya dengan masalahmu. Semua yang terjadi adalah kesalahanmu."Anggi jadi yang pertama merespon."Mbak nyalahin aku? Aku ini korban!" Rina bersikeras dengan keinginannya."Lagi pula permintaanku tidak sulit. Bapak hanya perlu memberikan status pada bayi ini. Setelah dia lahir, selesai. Tolong, Pak. Bapak tidak mungkin membiarkan s
閱讀更多