"Dia sebenarnya siapa sih, Mbok?"Luna bertanya sepanjang jalan menuju kamar Alfa."Sinten, Den Ayu?"Wow! Luna melebarkan senyum kala si mbok memanggilnya dengan sebutan Den Ayu. Luna seketika merasa jadi perempuan paling cantik sejagat raya."Itu si Alfa," balas Luna sambil memperhatikan ornamen tradisional yang begitu kental di tiap sudut rumah."Den Mas? Maksud Den Ayu?""Maksud saya, siapa ibunya? Di mana beliau sekarang berada?"Ekspresi si mbok berubah sendu. "Nuwun sewu, Den Ayu. Saya ndak berani cerita bagian itu. Saya ndak berhak."Oke, Luna mengerti. Si mbok tidak berani mendahului tuannya. Sangat bagus sekali. Di zaman sekarang, sudah jarang menemukan asisten rumah tangga dengan kesetiaan selevel si mbok."Kalau begitu, boleh gak saya nanya soal Alfa.""Soal apa Den Ayu. Monggo, niki kamarnya Den Mas."Luna menganga melihat kamar besar dengan sentuhan interior ala abad pertengahan. Ada ranjang besar dengan empat tiang di tiap sisi. Bisa dipastikan ada kelambu di sekitar ka
اقرأ المزيد