"Dia siapa?" Luna bertanya ketika seorang pria ikut duduk di samping Alfa. Sedang Alfa, pria itu parasnya berubah masam. Begitu tahu siapa yang mengganggu acara kencannya."Kamu ngapain di sini? Sana, balik rumah sakit aja," usir Alfa tanpa basa basi."Duh, kebangetan tenan. Mosok yo aku gak dikenalke karo mbakku ipar. Jahat."Ha? Kakak ipar? Ini adik Alfa dari ibu yang mana lagi. Masak bapaknya Alfa doyan kawin. Istri banyak."Adik ipar?""Kenalkan, namaku Kaisar Radeva, adik sepupu Gusti Pangeran."Dapat keplaklah seorang Kaisar karena memanggil Gusti Pangeran pada Alfa."Ati-ati kalau ngomong. Jangan percaya, Na. Dialah calon rajanya." Alfa balik menjelaskan."Itu kalau kamu mundur.""Kan aku sudah mundur.""Istana belum ngasih titah resmi. Jadi kamu masih berstatus putra mahkota."Alis Kaisar naik turun. Dia paling tahu cara membuat Alfa jengkel."Ishh, orang tua itu," gerutu Alfa."Kak Luna sudah makan apa saja. Ayo kita jajan lagi, mumpung pak ATM berjalan ada sama kita."Begit
閱讀更多