Zia menatap ibunya dengan tatapan mata yang sayu dan penuh permohonan, seolah berkata, Ma, tolong bawa Zia pergi... tolong, Ma... Namun bibirnya terkunci rapat, tak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun karena ancaman Rendra, pria di sebelahnya. Fariska sempat ragu menatap binar mata Zia yang aneh.Tapi karena emosinya yang sedang membumbung tinggi, Fariska tidak sempat berpikir lebih jauh. "Ya sudah... Rendra, jaga Zia baik-baik," pamit Fariska lirih. Tanpa menoleh lagi pada Bastian atau orang-orang di meja makan, Fariska membalikkan badan dan melangkah cepat meninggalkan ruangan tersebut. Rendra langsung bangkit berdiri dari kursinya, merapikan jasnya dengan santai sambil mengulas senyum tipis terlihat kaku. Tangannya tidak lepas menggenggam erat pergelangan tangan Zia. Zia hanya bisa patuh pada apapun yang di lakukan Rendra. "Rayan, Pak Bastian, kami pamit dulu," ucap Rendra dengan nada sopan yang dibuat-buat. "Saya harus bawa Zia pulang sekarang. Kondisi Zia sepertinya maki
Last Updated : 2026-08-22 Read more