*Brakkkk!*Arkan tidak membuang waktu satu milidetik pun saat melihat kotak hitam berdetak di tangan kurir siber tersebut. Dia melompat, menendang tubuh mekanis kurir tanpa kepala itu hingga terlempar keluar pintu, lalu menebaskan pedang kristalnya untuk menciptakan dinding Qi keemasan penahan ledakan.*Boommmm!*Kotak hitam itu meledak di halaman depan, namun bukan berisi mesiu hancur, melainkan memancarkan proyeksi holografik raksasa berwajah Vino yang langsung melayang di udara fajar."Halo, Aura sayang. Gimana rasanya melihat saham warisan bokap lo pelan-pelan pindah ke dompet digitalku?" ejek Vino lewat proyeksi holografik tersebut dengan senyuman licik yang sangat menyebalkan.Aura langsung melangkah ke teras, mencengkeram pagar kayu dengan mata menyala perak karena emosi. "Vino! Sialan kamu ya, berani-beraninya pakai cara kotor begini buat mengacaukan bisnis keluargaku!""Lah, ini namanya bisnis modern, Sayang. Dinasti Naga Emasmu itu sudah kuno, gak b
อ่านเพิ่มเติม