Pagi berikutnya, mereka bertiga berangkat ke kota. Benedict berjalan di belakang. Bukan karena tidak bisa menyamai langkah mereka—ia bisa melakukannya dengan mudah. Tapi dari belakang, ia bisa mengamati tanpa harus ikut bicara. Dan pagi ini, ada sesuatu yang ingin ia amati. Oliver mengoceh tanpa henti. Tentang cuaca, tentang sarapan, juga tentang buku yang baru saja ia baca. Dan di sampingnya, Rosemary mendengarkan. Sesekali tertawa kecil—bukan tawa sopan, tapi tawa yang keluar karena sesuatu yang lucu. Sesekali menyahut dengan komentar singkat yang membuat Oliver semakin bersemangat. Dia bisa setenang itu, pikir Benedict. Dengan Finch, dia tidak tegang. Itu bukan pengamatan baru. Benedict sudah melihatnya sebelumnya—di kelas, di Ruang Santai, di arena saat Finch menjadi satu-satunya orang yang berlatih de
Last Updated : 2026-05-16 Read more