Rosemary sudah di kamar duluan.Ia duduk di tepi ranjangnya, masih dengan jas biru tua pinjaman Oliver yang belum sempat ia lepas, tangannya dipangkuan. Pesta dansa sudah berakhir, tapi malam itu belum selesai di kepalanya. Gema musik waltz masih terasa di telinganya, tawa Alice yang tulus, serta suara Henry di balkon dengan pertanyaan yang tidak bisa ia jawab. Dan sentuhan—sentuhan di pipinya, di bahunya, di cravat-nya. Terlalu banyak sentuhan dalam satu malam.Pintu terbuka.Benedict masuk tanpa mengetuk—tentu saja tidak, ini juga kamarnya. Tapi cara ia mendorong pintu, cara ia menutupnya kembali dengan suara yang sedikit lebih keras dari yang diperlukan, memberi tahu Rosemary bahwa apapun yang terjadi di pesta dansa tadi, sekarang pun belum selesai.Ia tid
Last Updated : 2026-05-31 Read more