Partager

52 - Pagi

Auteur: Luna Maji
last update Date de publication: 2026-05-28 20:00:07

Cahaya pagi masuk melalui jendela, dan Rosemary membuka matanya.

Ranjang di seberang sudah kosong. Selimut terlipat rapi. Rosemary menghela napas dan duduk, mengusap matanya. Bahunya masih sedikit pegal, tapi jauh lebih baik dari kemarin. Salep dan pijatan itu mungkin benar-benar membantu, meskipun ia tidak akan pernah mengakuinya pada Benedict.

Ia menoleh ke sudut gelap

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   125 - Tidak Sabar

    Moros dan kuda Oliver menghilang di ujung jalan, dan Rosemary akhirnya bisa bernapas.Ia berdiri di dekat jendela, menatap debu yang masih mengapung di tempat kuda-kuda itu tadi berdiri. Tangannya sedikit gemetar—bukan karena takut, tapi karena ketegangan yang baru saja berlalu.Dua jam. Dua jam ia duduk di ruang tamu dengan Benedict Harrington, menjawab pertanyaan-pertanyaan Oliver yang semakin tajam, menghindari tatapan yang semakin dalam.Hampir saja. Aku hampir ketahuan.Edmund muncul dari balik pintu, tongkatnya mengetuk lantai. “Mereka sudah pergi?”“Sudah.”“Harrington—” Edmund berhenti sebentar. “Apa dia selalu se

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   124 - Nama yang Salah

    Benedict tidak menjawab, ia masih menatapnya.Rosemary bisa merasakannya—tatapan abu-abu itu belum sepenuhnya percaya. Ada sesuatu di balik mata itu yang masih menghitung, masih mencari, seperti seseorang yang tahu bahwa ada sesuatu yang salah tapi belum bisa menyebut apa.Tapi Benedict tidak punya bukti apa pun. Hanya firasat. Hanya keanehan-keanehan kecil yang belum bisa ia rangkai menjadi satu kesimpulan tepat.Ia duduk lagi.Rosemary menghembuskan napas pelan. Satu masalah selesai. Tapi ia tahu ini belum berakhir.“Maaf soal kemarin, Finch.” Ia sengaja mengalihkan pembicaraan, suaranya dibuat seringan mungkin. “Aku tidak jadi datang menemui Lord Wexford.”Oliver langsung

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   123 - Terlalu Sepi

    Sudah dua jam lebih sepuluh menit.Benedict belum bergerak dari kursinya. Oliver sudah menghabiskan tiga cangkir teh dan mulai mengoceh tentang arsitektur Sterling Manor—sesuatu tentang langit-langit yang lebih rendah dari yang ia kira, sesuatu tentang jendela yang mungkin dibangun pada era yang salah untuk gaya rumah. Martha mondar-mandir dengan nampan kosong, wajahnya semakin pucat setiap kali ia melirik ke arah mereka.Rosemary duduk di seberang mereka, tangannya terlipat di pangkuan, senyumnya sudah lama terkuras habis.Dia tidak akan pergi. Pikiran itu berputar-putar di kepalanya. Dia benar-benar akan duduk di sini sampai Edmund muncul.Lalu terdengar suara kereta di luar.Rodanya berderit di atas kerikil. Su

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   122 - Punya Waktu

    Pagi di Sterling Manor datang dengan cahaya yang lebih hangat dari biasanya. Musim dingin belum berakhir, tapi hari ini matahari cukup berani untuk muncul di balik awan.Di ruang tengah, Rosemary berdiri di samping Edmund, satu tangan siap menangkap kalau kakaknya kehilangan keseimbangan.Edmund melangkah. Satu. Dua. Tiga. Wajahnya berkeringat, tapi senyumnya tidak hilang. “Aku benci latihan ini.”“Dokter bilang kau harus melakukannya.”“Ya, dan kau bahkan lebih galak daripada dokter itu.”“Aku memang terlahir galak.”Edmund tertawa kecil, lalu terbatuk. Tapi batuknya tidak separah dulu—tidak lagi mengguncang seluruh tubu

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   121 - Langkah di Depan

    Rosemary dan Henry kembali ke aula, dan tidak ada yang berubah.Musik masih mengalun, lilin-lilin masih menyala, para tamu masih tertawa dan berdansa dan berbisik tentang hal-hal yang tidak penting. Dunia di dalam ruangan ini tidak tahu bahwa sesuatu baru saja terjadi di taman yang gelap di luar jendela.Rosemary berdiri di samping Henry, membiarkan dirinya menjadi bayangan.Henry berbicara dengan seorang Earl tentang sesuatu—kebijakan perdagangan, atau aliansi politik. Rosemary tidak mendengarkan. Ia mengangguk pada waktu yang tepat, tersenyum pada waktu yang tepat. Tapi pikirannya ada di pohon ek, di topeng burung hantu yang miring, di tatapan abu-abu yang terlalu lama.Kau Rosemary Sterling.Suara Oliver masih terngi

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   120 - Besok

    Benedict masih berdiri di tempat yang sama, tangannya di saku, matanya tidak bergerak dari wanita di depannya.Dan untuk pertama kalinya malam itu, Rosemary benar-benar merindukan menjadi Edmund Sterling.“Lord Harrington,” kata Oliver, dengan nada dan ekspresi seseorang yang akan memperkenalkan dua orang penting dalam hidupnya, “izinkan saya memperkenalkan Nona Rosemary Sterling. Adik Lord Sterling.”Benedict mengalihkan perhatiannya pada wanita itu.“Jadi Anda Rosemary Sterling.”Kalimat itu jatuh seperti batu ke permukaan air yang tenang—bukan pertanyaan, bukan tuduhan, hanya pernyataan. Tapi ada sesuatu dalam cara Benedict mengucapkannya, dalam cara matanya tidak melepaskan

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   53 - Jangan Jatuh

    Henry sudah duduk di meja sudut perpustakaan ketika Rosemary datang.Tidak ada buku. Tidak ada termos teh. Hanya ia, duduk dengan tangan terlipat di atas meja, dengan cara seseorang yang sudah memutuskan bahwa pag

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   51 - Pot

    Benedict duduk di ranjangnya, dekat jendela. Buku di tangannya terbuka di halaman yang sama seperti sebelumnya.Pikirannya bukan pada bacaan. Pikirannya masih di perpustakaan tadi sore—pada pot kecil yang di

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   49 - Malam

    Malam turun di Kingsley, dan kamar 504 terasa lebih dingin dari biasanya.Perapian kecil di sudut masih menyala. Tapi angin yang menerobos celah-celah jendela membuat kehangatan itu tidak pernah bertahan lama.

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   45 - Pertolongan Pertama

    Lapangan Kingsley sudah berubah menjadi posko darurat.Beberapa meja kayu berjejer di tepi hutan, tepat di perbatasan antara rumput dan pepohonan. Di atasnya, kotak-kotak pertolongan pertama terbuka—perban, botol alkohol, salep, dan kain bersih berjejer dalam jumlah yang cukup untuk menangani luka-

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status