Mendengar ini, aku tercengang, lalu tanpa sadar lihat tanganku sendiri.Kulit tanganku memang kasar karena sudah lama kerja kerjaan rumah. Pantesan Dina nggak tertarik.Karena nggak tahan dengar lagi, aku buru-buru lari ke kamar mandi dengan agak canggung.10 menit kemudian, Dina ketuk pintu dan berkata, “Supendi, kantor ada urusan nih. Aku harus ke sana. Nanti kau cepat tidur.”Aku mengiyakan pelan.Saat dia mau keluar, aku tiba-tiba berkata, “Dina, kalau nanti kau nggak pulang, aku boleh pakai 1 kupon baikan nggak?”Aku menatapnya, masih ada bekas air mata di sudut mata.Dina berhenti, lalu langsung berbalik sambil berkata, “Boleh.”Dina tersenyum padaku, ekspresinya tampak santai sambil berkata, “Tenang saja. Jam 12 aku pasti pulang kok. Kupon baikannya nggak bakal kepakai.”Melihat wajahnya masih sama seperti 5 tahun lalu, aku tahan sedih dan berkata sambil tersenyum, “Oke, aku tunggu kau.”Jam 12 masih 3 jam lagi.Aku bayar jasa kurir mahal minta dia belikan kue.Asisten Dina, Jod
Read more