Setelah Cade memberikan instruksi, dia dan Leon menaiki motor masing-masing, bersama-sama menghitung mundur untuk menyalakan mesinnya.BRUMMM!“Sial, kencang sekali suaranya,” desis Leon begitu deru motor melengking tinggi.“Sudah, ayo cepat pergi! Pegangan, Rose!” tukas Cade yang langsung menarik gas, membuat motor melaju dalam kecepatan penuh.Rose hampir saja terjungkal ke belakang kalau tidak berpegangan pada Cade. Dia kira kecepatannya tidak akan sekencang itu. Angin malam yang menerpanya mengempas tudungnya ke belakang, menampakkan rambut panjang yang helainya beterbangan.Buru-buru Rose menariknya kembali, memegangi kerah jaketnya agar tudungnya tidak lepas lagi. Satu tangan memegang tudung, satu lagi melingkar di badan Cade.“Dekatkan tubuhmu, Rose! Kita melaju dengan cepat, jangan sampai kamu terlepas,” tukas Cade.“Ba-baik!” jawab Rose.Dengan gugup, Rose memajukan tubuhnya hingga menempel dengan punggung Cade. Canggung sekali rasanya. Namun, dia jadi bisa mendekap
Baca selengkapnya