Home / Romansa / My Lady, Jadikan Aku Milikmu / Bab 75. Masa Pemulihan Randy

Share

Bab 75. Masa Pemulihan Randy

Author: buchaa
last update publish date: 2026-08-25 20:20:10

Bergumam.

Itulah hal pertama yang Randy lakukan ketika perlahan mulai tersadar dari tidur panjangnya.

Rasa sakit di bagian punggung tiba-tiba menyergap begitu kesadarannya kembali. Luka bekas operasi terasa berdenyut, seakan mengingatkan bahwa tubuhnya belum sepenuhnya pulih.

“Ran?”

Bojes yang sejak tadi berjaga sambil rebahan di sofa dan memainkan ponselnya langsung bangkit. Dalam sekejap, dia sudah berada di sisi ranjang.

Tangannya memegang bahu Randy dengan hati-hati.

“Ran, kau sadar?”

Kelop
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • My Lady, Jadikan Aku Milikmu   Bab 80. Tatapan Kecurigaan

    "Pagi, Dok," sapa Anin riang. Ia merapikan kerah scrub biru gelapnya saat melihat sosok jangkung itu keluar dari ruang periksa.​Nugros hanya menggumam pelan, mengangkat sebelah tangan sekilas untuk membalas sapaan, sedangkan yang satu lagi masuk ke saku jas dokternya. “Sudah ada pasien reservasi?” tanyanya dengan suara serak khas orang yang belum mendapat asupan kafein.​“Jam sembilan nanti, Dok,” sahut Dela dari balik meja resepsionis. Wanita muda lainnya yang mengenaksn scrub biru gelap sama seperti Anin. ​“Oke, Del. Saya cari kopi dulu ke sebelah.”​Langkahnya terseret santai. Bunyi sol sandal jepitnya beradu ringan dengan lantai keramik, menandakan rutinitas pagi yang selalu ia lakoni tanpa beban.​Denting lonceng kuno berdenting saat ia mendorong pintu kedai kopi di sebelah kliniknya. Aroma biji kopi panggang langsung menyergap. Sang barista yang sedang mengelap meja sontak mendongak dan menyunggingkan senyum paham. ​“Satu iced americano, satu iced caffe latte, dan satu hazel

  • My Lady, Jadikan Aku Milikmu   Bab 79. Tersangka Penusukan Itu

    “Ke klinik itu lagi?” tanya Felicia dari kursi belakang. Begitu Randy mengarahkan mobilnya ke arah kanan tak jauh dari sekolah Wilona, wanita itu sudah bisa menebak ke arah mana mobil ini akan berhenti. Randy melirik majikan wanitanya itu dari spion. “Ya, Nyonya.”Felicia pun menjauhkan punggungnya dari sandaran kursi. “Kenapa kamu hobi banget ke klinik kecil begini? Aku bisa mengantar kamu ke rumah sakit besar manapun. Soal biaya, kamu nggak usah khawatir.”“Saya tidak mempermasalahkan biaya, Nyonya. Saya hanya nyaman dengan dokter di sini.” Randy menoleh ke belakang. Dia tersenyum pada Felicia, yang ternyata memajukan tubuh dan berada sedekat ini dengannya. “Toh kita sudah ada di sini.”Wanita mendengus. Entah kenapa dia kesal melihat senyuman pemuda itu. Bisa jadi karena dirinya tidak pernah dibantah oleh status sosial yang lebih rendah darinya. Pintunya dibukakan oleh Randy. Namun, Felicia malah tersenyum tipis. Hal ini malah dianggapnya agak lucu. Karena bersama pemuda ini, dia

  • My Lady, Jadikan Aku Milikmu   Bab 78. Pengawal Tampan

    “Ran?”Panggilan Felicia itu membangkitkan Randy dari lamunannya. Pantulan wajahnya yang masih pucat, dengan bayang kelelahan di bawah mata, menatapnya balik dari cermin tempat Felicia biasa merapikan diri.Tatapannya kosong selama beberapa detik, seolah baru tersadar bahwa dirinya masih berada di kamar wanita itu.“Saya…” Ia bergegas berdiri lalu buru-buru meraih kaos, memaksakan diri berdiri meski rasa nyeri menyergap dari punggung hingga ke tulang ekor. Ia menahan napas sejenak, menelan rasa perih itu sendirian. “Sebaiknya Saya pergi dari sini, Nyonya.”Tanpa menunggu jawaban, Randy melangkah menuju pintu.Kedua ujung alis Felicia saling terpaut karena bingung melihat sikap tiba-tiba pemuda itu. Manik mata Felicia mengikuti setiap langkahnya.Perlahan, wanita itu ikut mendekati pintu.“Karena Saya harus mengobati luka ini, jadi Nyonya hari ini mungkin bisa menjemput Nona dengan Bojes atau….”“Nggak!” Penolakan itu meluncur begitu cepat, bahkan Felicia sendiri terkejut. “Ya?” tanya

  • My Lady, Jadikan Aku Milikmu   Bab 77. Kamu Manis Sekali

    Randy hendak maju selangkah. Jemarinya hendak meraih pergelangan tangan Felicia, yang lebam. Kepalanya tertunduk. Ketika jemarinya sedikit lagi menyentuh pergelangan tangan wanita itu, Randy malah berhenti. Felicia memahami keraguan itu. Perlahan, dia menyembunyikan kedua tangannya ke belakang. Satu tangan menggenggam pergelangan tangan lainnya.“Batas itu, kamu masih belum boleh melewatinya,” ucap Felicia sambil tersenyum. Randy pun mengangkat pandangannya. Dia tertegun. Wanita itu tersenyum begitu manis dengan mata hampir terpejam. Sementara itu, semilir angin menggoda rambut ikalnya agar menari-nari pelan di sekitar wajahnya. Jantung Randy rasanya mau lepas. Saat angin berhenti seiring desir daun menghilang di udara, Randy tersadar dari lamunannya. “Saya mau kembali ke kamar dulu, Nyonya,” ucapnya agak canggung. Tanpa menunggu persetujuan Felicia, dia mengambil langkah pergi lebih dulu. “Tunggu, Ran,” panggil Felicia ketika pemuda itu melewatinya begitu saja. Raut wajahnya y

  • My Lady, Jadikan Aku Milikmu   Bab 76. Di Bawah Pohon Akasia

    “Akhirnya, kita sampai juga, Ran,” ucap Bojes sambil menyenderkan tubuhnya di kursi mobil. Dia melihat ke arah rumah yang mulai tampak dari kejauhan. “Kenapa? Kau sedih karena nggak bisa liburan lagi, Jes?” tanya Dedi, salah satu sekuriti rumah yang ditugaskan menjemput Bojes dan Randy di bandara. “Bilang aja kalau kau cemburu,” ujar Bojes menuduh sambil menyipitkan matanya ke arah Dedi. Dedi yang duduk di balik setir menatap Randy dari spion. “Tapi, kami semua kaget mendengar kabar penusukan itu, Ran. Syukurlah, kalau akhirnya kau baik-baik aja.”“Sebenarnya itu bisa saja terjadi pada kita semua, kan? Karena pekerjaan kita sebagai pengawal ataupun sekuriti.”Dedi dan Bojes saling pandang, kemudian hanya diam selama perjalanan mereka menuju rumah. Mobil langsung ditujukan ke arah sayap rumah, tempat para staff tinggal. Santi terlihat sudah menunggu di pintu masuk. Dia malah membukakan pintu untuk Randy. “Kamu udah sembuh beneran, Ran?” tanya Santi khawatir. Tidak lama kemudian,

  • My Lady, Jadikan Aku Milikmu   Bab 75. Masa Pemulihan Randy

    Bergumam.Itulah hal pertama yang Randy lakukan ketika perlahan mulai tersadar dari tidur panjangnya.Rasa sakit di bagian punggung tiba-tiba menyergap begitu kesadarannya kembali. Luka bekas operasi terasa berdenyut, seakan mengingatkan bahwa tubuhnya belum sepenuhnya pulih.“Ran?”Bojes yang sejak tadi berjaga sambil rebahan di sofa dan memainkan ponselnya langsung bangkit. Dalam sekejap, dia sudah berada di sisi ranjang.Tangannya memegang bahu Randy dengan hati-hati.“Ran, kau sadar?”Kelopak mata Randy bergerak pelan sebelum akhirnya terbuka. Pandangannya masih buram. Dia mengerjap beberapa kali, berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya kamar.“Dokter!”Bojes langsung berbalik dan bergegas keluar.Namun, baru saja pintu dibuka, tubuhnya bertabrakan dengan seseorang.“Ah, maaf.”Bojes bahkan tidak sempat melihat wajah orang itu. Dia langsung berlari menuju meja perawat.Sementara itu, Anita yang tadi bertabrakan dengannya justru memanjangkan leher, berusaha melihat ke dalam kamar.

  • My Lady, Jadikan Aku Milikmu   Bab 7. Ancaman Serius

    “Bu, biar Saya yang nyetir.” Rambe, begitu rekan-rekan kerjanya yang sesama sekuriti, pengawal, atau pelayan di rumah ini memanggilnya. Badannya cukup besar, wajahnya tampak keras, tapi sorot matanya cukup lembut. Makanya, dia tidak cocok beradu debat dengan Felicia seperti ini, sudah kelihatan has

  • My Lady, Jadikan Aku Milikmu   Bab 3. Perjodohan

    “Aku tidak mau menikah dengannya, Ma!”Teriakan Felicia memenuhi ruangan keluarga tanpa sekat itu.Mama dan Papa yang duduk di sofa hijau emerald setengah lingkaran terkejut mendengar penolakan anak ketiga mereka.Kakak sulung Felicia, yang sejak tadi hanya mengamati dari lantai dua, akhirnya turun

  • My Lady, Jadikan Aku Milikmu   Bab 2. Bekas Kecupan di Leher

    Keriput di wajah wanita bergaun putih yang menjuntai hingga mata kaki itu bergerak ketika ia melirik ke arah leher Felicia. Berhenti untuk beberapa detik. Kemudian bibirnya terangkat membentuk senyum tipis, sebuah senyum yang lebih menyerupai ejekan.Felicia tak menyadari tatapan itu. Ia sibuk memp

  • My Lady, Jadikan Aku Milikmu   Bab 1. Suami Posesif

    Derap sepatu kulit Italia menghentak lantai marmer, menggema panjang di lorong rumah itu. Setiap langkahnya sarat amarah, menuju pintu kaca berbingkai kayu tebal di ujung sana yang tak lain adalah satu-satunya tujuan James sore ini.Gesekan setelan jas yang membalut tubuhnya dengan sempurna menanda

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status