Adjie tidak langsung memperbaiki ban mobilnya , dirinya hanya berdiri diam di area parkir yang mulai sepi. Tatapannya mengarah pada ban mobil yang sobek.Angin malam menghembus pelan, menciptakan hawa dingin. Membuat pikirannya yang kacau semakin dingin.Kalau memang tujuannya mengintimidasi, menyayat ban mobil seharusnya sudah cukup. Ini tidak bisa dibiarkan .batinnya.Perlahan Adjie mengambil ponselnya, dan memotret ban mobil dan jejak sepatu yang terlihat tipis.Wajahnya kembali tenang, untuk ukuran seseorang yang baru saja diteror ini terlalu tenang.Senyum smirk muncul di wajahnya.“Ceroboh.”gumamnya.Akhirnya Adjie pulang menggunakan Ojek Online, karena tak mungkin memanggil montir malam-malam.Malam sudah sangat larut saat Adjie menginjakkan kaki di kediaman Pranawa. Seperti biasa, kepulangannya disambut Kirana yang selalu bersikap tak peduli.“Kenapa belum tidur , Kirana ? Kau menungguku ?” tanyanya dengan nada menggoda.Kirana mendengus.“Jangan terlalu percaya diri Adjie, si
Read more