Anna yang semula sempat terdiam ketakutan karena gertakan Arga, kini kembali menemukan kelicikannya. Ia meletakkan sendoknya, lalu memajukan tubuhnya ke arah sang ibu, mencoba membangun kembali dinding pengaruhnya."Justru itu, Ma! Mama lihat sendiri, kan? Dia itu berubah total! Dan semua ini gara-gara perempuan itu, gara-gara Nayra!" sahut Anna berapi-api, berusaha mengalihkan seluruh kesalahan pada adik ipar barunya.Mama Fitri menghela napas panjang, menatap putrinya dengan pandangan meragu. "Kamu yakin? Arga bukan tipe orang yang mudah dihasut oleh siapapun, Anna. Mama yang membesarkannya, Mama tahu persis sifat adik kamu.""Ma, tolong buka mata Mama! Sejak menikah, Arga memang jadi jauh lebih sensitif dan gampang meledak-ledak kalau menyangkut perempuan itu," cecar Anna, mencoba memanipulasi ingatan ibunya.Anna sengaja menjeda kalimatnya, lalu menurunkan nada suaranya menjadi lebih berbisik, seolah sedang menyampaikan sebuah rahasia besar. "Mama
Read more