Uap hangat sisa air mandi masih terasa di kulit leher Nayra saat ia melangkah menuruni anak tangga marmer satu per satu. Ia telah berganti pakaian menggunakan dress rumahan yang kasual namun tetap sopan, dengan rambut panjang yang ia gelung rapi ke atas. Begitu kakinya memijak lantai dasar, aroma harum bumbu ungkep ayam goreng, sambal terasi, dan tumis kangkung yang pekat langsung menyergap indra penciumannya, menandakan hidangan makan sore telah siap disajikan."Sayang, sini makan dulu," suara bariton Arga terdengar dari arah ruang makan yang terletak bersebelahan dengan dapur bersih.Pria itu langsung bangkit dari duduknya, berjalan menghampiri Nayra yang sempat ragu-ragu di ambang pembatas ruangan. Tanpa canggung di hadapan anggota keluarganya, Arga meraih telapak tangan mungil Nayra, lalu menggandengnya dengan erat menuju sebuah meja makan kayu jati berukuran panjang.Nayra meremas pelan jemari tangan Arga, mencoba menyalurkan rasa gugup dan sungkan ya
Last Updated : 2026-06-16 Read more