Suara itu—berat, berlapis, dan menggema langsung di dalam tengkorak Kael—membuatnya terhuyung mundur. Itu bukan suara Elena. Itu adalah frekuensi kuno yang bergetar di atmosfer, menekan napas semua orang di ruangan itu hingga terasa sesak."Elena? Sayang, kau bisa mendengarku?" Kael bertanya, suaranya tercekat. Ia mengabaikan rasa nyeri yang masih tersisa di dadanya akibat hantaman energi Adrian tadi, fokus sepenuhnya pada wanita yang kini berdiri dengan aura keemasan yang menyilaukan mata.Adrian Voss, sang miliarder yang biasanya tenang dan penuh perhitungan, kini terlihat mundur dengan rahang yang sedikit gemetar. Tangannya yang kosong—setelah alat pengontrolnya meledak—terangkat di udara, seolah ia sedang menghadapi sesuatu yang berada di luar kendali organisasi Crimson Circle."Jangan dekati dia, Kael!" teriak Adrian, suaranya pecah oleh nada panik yang jarang ia tunjukkan. "Dia bukan lagi istriku, dan dia bukan lagi wanita yang kau kenal. Dia telah menjadi wadah bagi sesuatu yang
Read more