"Aku sudah menemukannya," ujar Pak Hendra sambil mendorong selembar kertas ke depan Arka dengan wajah serius. Arka langsung mengambil kertas itu dan membaca alamat yang tertulis di sana. Jantungnya berdetak lebih cepat. Setelah berminggu-minggu menggali arsip, memburu dokumen, dan menyusun potongan fakta, akhirnya ia menemukan orang yang selama ini dicari. "Dia masih tinggal di kota ini?" tanya Arka sambil mengangkat kepala dengan tatapan tajam. "Sudah pensiun lima tahun lalu," jawab Pak Hendra sambil melipat tangan di dada. "Tapi dia belum pindah." Arka berdiri tanpa ragu. "Aku akan menemuinya sekarang," ucap Arka sambil meraih jasnya dengan gerakan cepat. "Arka," kata Pak Hendra sambil mengerutkan dahi. "Kalau semua dugaanmu benar, bersiaplah menerima kenyataan yang mungkin lebih buruk dari yang kamu bayangkan." Arka tidak menjawab. Ia hanya melangkah keluar ruangan. *** Satu jam kemudian, mobil Arka berhenti di depan rumah sederhana di pinggiran kota. Rumah itu terlihat
Read more