Pintu ruang wawancara tertutup pelan di belakang Alena, namun detak jantungnya masih belum benar-benar stabil. Beberapa menit sebelumnya, ia baru saja bertemu kembali dengan Leon di dalam lift. Pria itu tetap sama, tampan, dingin, dan memancarkan aura yang membuat orang otomatis menjaga jarak. Dan yang paling menyebalkan, ia sama sekali tidak mengenalinya. Namun Alena tidak datang ke Mahardika Group untuk bernostalgia. Ia datang untuk bekerja. Dan setelah perjalanan panjang selama sepuluh tahun, ia tidak berniat menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan punggung tegak dan senyum tenang, Alena duduk di hadapan tiga pewawancara dari divisi Human Resources. Di atas meja tersusun CV, transkrip nilai, dan berbagai sertifikat yang ia kumpulkan selama kuliah. Seorang pria paruh baya berkacamata membuka mapnya perlahan. “Prestasi akademik Anda cukup mengesankan, Miss Alena.” “Terima kasih, Pak.” “Kenapa Anda memilih Mahardika Group?” Alena menjawab tanpa ragu. “Karena saya ingin berkembang d
Last Updated : 2026-05-11 Read more