Akhirnya hari itu tiba.Hari yang selama berbulan-bulan hanya menjadi pembicaraan, candaan, bahkan sempat berkali-kali tertunda karena Alena selalu meminta tambahan waktu untuk menyelesaikan proyek.Kini tidak ada lagi alasan.Tidak ada lagi proyek.Tidak ada lagi kata, “Satu proyek lagi, Om.”Hari ini Alena benar-benar menjadi pengantin.Sejak pagi, rumah dan gedung pernikahan sudah dipenuhi kesibukan. Alena berada di ruang rias, sementara Ibu Alena sesekali keluar masuk memastikan semuanya berjalan lancar. Di luar ruangan, Mira bahkan lebih sibuk.“Bunganya sudah?”“Sudah, Bu.”“Foto-foto yang dipilih?”“Sudah dipasang.”“Meja keluarga?”“Sudah.”Mira mengangguk puas.“Bagus.”Kemudian tiba-tiba ia berhenti.“Oh, satu lagi.”Orang di depannya menunggu.“Mana Sisca?”Belum sempat dijawab, terdengar suara dari ujung lorong.“Bu Mira!”Sisca muncul dengan pakaian bridesmaid yang sudah rapi. Di belakangnya ada Amara. Sisca langsung menghampiri Mira.“Jangan khawatir. Semua aman.”Mira t
Read more